Beras Saja Jadi Bantuan, Bulog Siapkan 33 Juta Penerima Hadapi Kemarau

Author: Redaksi Android62

Bulog menyiapkan penyaluran bantuan pangan beras untuk 33 juta penerima sebagai langkah menghadapi ancaman kemarau dan tekanan harga yang mulai membayangi pasar. Program ini diarahkan untuk menjaga daya beli masyarakat ketika kekeringan panjang akibat fenomena El Nino Godzilla dikhawatirkan menekan produksi dan pasokan.

Skema bantuan tersebut sudah dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi IV DPR RI pada Selasa, 19 Mei 2026. Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan dukungan untuk program itu sudah disetujui, meski penugasan resmi yang diterima Bulog baru mencakup alokasi dua bulan.

Bantuan kali ini dibuat lebih sederhana karena hanya berisi beras. Setiap keluarga penerima akan mendapat 10 kilogram beras per bulan, sehingga total bantuan menjadi 20 kilogram bila penyaluran berlangsung dua bulan.

Rizal menilai skema itu sesuai untuk membantu masyarakat melewati masa El Nino yang berpotensi mengganggu hasil panen dan ketersediaan pangan. Pemerintah menempatkan program ini sebagai salah satu langkah mitigasi untuk menghadapi dampak kekeringan di sejumlah daerah.

Fokus pada 33 juta penerima

Target program ini mencapai 33 juta Penerima Bantuan Pangan. Dalam rapat di Komisi IV DPR RI, Rizal sempat mengusulkan distribusi empat kali, yakni pada Agustus, September, Oktober, dan November.

Jika usulan itu berjalan, kebutuhan beras diperkirakan mencapai sekitar 1,3 juta ton. Bila digabung dengan total target penyaluran komoditas sepanjang 2026, volumenya akan mencapai 1,9 juta ton.

Namun, hingga kini Bulog baru memegang penugasan resmi untuk distribusi selama dua bulan. Rizal menyebut penyaluran yang sudah dipastikan itu akan dilakukan pada Agustus dan November.

Upaya menahan tekanan harga

Selain menjaga stok beras di rumah tangga, program ini juga diarahkan untuk meredam potensi lonjakan harga menjelang akhir tahun. Rizal menyebut kondisi ekonomi global ikut memberi dampak pada masyarakat di level bawah.

Pemerintah menilai penyaluran bantuan pangan menjadi penting karena ancaman kemarau dapat berjalan beriringan dengan tekanan harga di pasar. Dalam situasi seperti itu, bantuan beras diharapkan membantu keluarga penerima tetap memiliki cadangan pangan di rumah.

Skema baru ini juga berbeda dari bantuan pada Februari dan Maret. Saat itu, bantuan diberikan berupa 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan, sehingga setiap penerima memperoleh total 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng selama dua bulan.

Badan Pangan Nasional sebelumnya mengonfirmasi bahwa program periode Februari dan Maret menyasar 33,2 juta Penerima Bantuan Pangan. Serapan anggarannya mencapai Rp 11,92 triliun, dan proses distribusinya masih berjalan setelah masa implementasinya diperpanjang.

Dengan fokus yang kini hanya pada beras, pemerintah dan Bulog menunggu pelaksanaan penugasan yang sudah disiapkan. Kebijakan ini menjadi salah satu instrumen utama untuk menjaga pasokan pangan rumah tangga saat cuaca kering dan tekanan ekonomi masih berlangsung.

Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru