Berkuda Bersama KDM Di Karawang, Sri Rahayu Tegaskan Kedekatan Dengan Warga Dan Tradisi

Author: Redaksi Android62

Pilihan Sri Rahayu Agustina untuk berkuda saat mendampingi kirab budaya di Karawang langsung menjadi pusat perhatian warga. Anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi Golkar itu tampil berbeda dari rombongan lain yang identik dengan kendaraan, karena ia memilih menunggang kuda di tengah arak-arakan yang menyertai Dedi Mulyadi, atau yang akrab disapa KDM.

Di sepanjang rute kirab, kehadiran Sri Rahayu dengan busana khas bernuansa budaya Sunda memberi warna tersendiri. Banyak warga yang menyaksikan langsung momen tersebut dan mengabadikannya lewat ponsel mereka karena sosoknya terlihat menonjol di tengah antusiasme masyarakat yang memadati jalur kirab.

Bukan sekadar tampil beda

Keputusan berkuda dalam rombongan itu tidak hanya dibaca sebagai cara menarik perhatian. Sri Rahayu memandang langkah tersebut sebagai bentuk kedekatan dengan masyarakat sekaligus penghormatan terhadap tradisi lokal yang masih ingin dijaga.

Ia juga menyebut berkuda sebagai simbol ketangguhan dan wujud penghormatan pada tradisi leluhur. Dengan cara itu, ia ingin hadir lebih dekat dengan warga dan mendengar suara masyarakat tanpa sekat yang terasa jauh.

Pilihan itu membuat kehadirannya tidak sekadar menjadi bagian dari iring-iringan, melainkan juga menyampaikan pesan visual yang kuat. Di tengah kirab budaya, simbol seperti kuda, busana daerah, dan suasana tradisional ikut menegaskan identitas yang dibawa dalam kegiatan tersebut.

Sorotan pada perempuan di ruang publik

Penampilan Sri Rahayu turut memunculkan perhatian pada peran perempuan dalam ruang politik. Sosoknya dinilai menunjukkan bahwa perempuan tidak hanya hadir di ruang rapat, tetapi juga bisa turun langsung ke tengah masyarakat sambil membawa identitas budaya daerah.

Dalam barisan pendukung KDM, kehadiran Sri Rahayu memberi kesan berbeda karena ia tampil dengan pendekatan yang lekat dengan budaya lokal. Reaksi warga yang antusias menunjukkan bahwa cara seperti ini masih mudah diterima dan mampu membangun kedekatan dengan publik.

Momen itu juga memperlihatkan bahwa simbol budaya masih punya tempat di tengah masyarakat Jawa Barat. Kehadiran tokoh publik dalam kirab dapat menjadi salah satu cara untuk menghidupkan kembali perhatian generasi muda terhadap tradisi yang diwariskan leluhur.

Budaya lokal tetap punya ruang

Kirab budaya di Karawang bukan hanya menjadi ajang arak-arakan, tetapi juga ruang untuk menunjukkan bahwa tradisi daerah masih hidup di tengah arus modernisasi. Di saat gaya hidup digital makin kuat, unsur seperti pakaian adat dan tradisi berkuda tetap dianggap penting untuk dijaga.

Keterlibatan Sri Rahayu dalam kegiatan tersebut diharapkan bisa memberi inspirasi bagi generasi muda, terutama perempuan, agar aktif di ruang publik tanpa meninggalkan akar budaya daerahnya. Dalam suasana kirab, pilihan berkuda membuat namanya mudah diingat dan menjadi pembeda di tengah keramaian yang menyambut rombongan.

Source: jabar.pojoksatu.id
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru