Berlin Penuh Synth Baru, Superbooth 2026 Makin Liar Dengan Ide Yang Berani

Gelombang alat baru di Superbooth 2026 memperlihatkan satu hal: pasar synthesizer dan perangkat musik elektronik masih sangat percaya diri mendorong ide-ide yang tidak biasa. Dari sequencer, sampler, drum machine, sampai instrumen eksperimental, Berlin kembali menjadi tempat berbagai produsen menunjukkan produk yang siap dipakai di panggung maupun studio.

Daya tarik acara ini bukan cuma pada jumlah pengumuman, tetapi juga pada keberagaman pendekatannya. Superbooth tumbuh dari akar yang panjang, berawal dari Musikmesse Frankfurt dan digagas tim di balik SchneidersLaden, lalu sejak 2017 rutin digelar di area berhutan FEZ di selatan pusat kota Berlin.

Format itu membuat Superbooth berbeda dari pameran dagang biasa. Merek besar dan produsen kecil berkumpul di ruang yang sama, sehingga peluncuran produk baru terasa seperti pertemuan komunitas sekaligus panggung bisnis yang sangat aktif.

Sequencer yang menghubungkan performa dan mesin

Salah satu perangkat yang langsung menarik perhatian datang dari Cre8audio lewat Programm. Perangkat ini dirancang sebagai sequencer MIDI dan CV yang ingin menjembatani permainan manusia dengan generasi algoritmik.

Programm membawa 12 track sequencer yang bisa dipakai silang pada output analog dan MIDI. Empat track melodi monofonik dapat dijalankan sebagai sequencer terpisah lewat MIDI atau melalui dua set output analog untuk pitch, CV, dan gate.

Di sisi ritme, ada delapan track perkusi dengan output trigger analog masing-masing. Tiap langkah juga bisa diatur lewat pitch, panjang gate, ratcheting, CV/CC, note offset, dan step condition, sementara mode mono, chord, arp, dan chip memberi karakter berbeda pada track melodi.

Cre8audio juga menambahkan dukungan key dan scale, plus enam groove mode. Kombinasi itu membuat pendekatan ritme pada perangkat ini terasa lebih luas daripada swing klasik.

Instrumen yang mendorong cara main baru

Making Sound Machines menampilkan Plinky 12 sebagai trio instrumen berbasis sentuh dengan faceplate yang bisa ditukar. Ketiganya memakai mesin synth dan perangkat keras inti yang sama, tetapi panel berbeda memberi cara bermain yang berbeda pula.

Di sisi yang berlawanan, Cyma Forma memperkenalkan RND yang dibaca “Random”. Instrumen ini sangat minimalis karena hanya punya satu tombol, tanpa key, knob, fader, atau display, dan setiap tekan menghasilkan ide musik acak.

Pendekatan seperti ini memperlihatkan bagaimana Superbooth tetap memberi ruang bagi produk yang tidak hanya mengejar kelengkapan fitur. Di sini, konsep interaksi sering sama pentingnya dengan hasil suara yang dihasilkan.

Sampler portabel dan workstation ringkas tetap ramai

1010music membawa Blackbox 2 sebagai penerus workstation sampling portabelnya. Perangkat ini kini menggunakan layar sentuh warna hi-res 4 inci sebagai antarmuka utama, ditemani empat rotary serbaguna di atas layar dan tombol navigasi di bawahnya.

Blackbox 2 adalah workstation empat track yang bisa memuat hingga empat instrumen one-shot, loop, slicer, atau multisample. Untuk one-shot dan loop, tiap patch mendukung 16 sampel, sementara layar launch, scene, song, mixing, dan effect membuka ruang lebih luas untuk komposisi dan penampilan langsung.

Perangkat ini juga dibekali baterai isi ulang bawaan dengan daya tahan hingga 3 jam penggunaan portabel penuh. Port USB-C host dan device mendukung multichannel USB audio serta MIDI, dengan harga rilis $649 dan jadwal hadir pada July.

Drum machine dan groovebox ikut memperluas pilihan

Polyend memperkuat ranah hybrid lewat Drums, drum machine delapan track yang menggabungkan analog dan digital. Empat voice analog-nya memakai chip SSI modern dengan dua VCO, noise source tambahan, dan osilator digital ketiga untuk layering atau frequency modulation.

Empat voice sisanya bisa memakai berbagai mesin sintesis digital atau sampel. Polyend menyebut ada lebih dari 40 instrumen dengan mutasi sub-mode, sehingga opsi suaranya mencapai ratusan, ditambah delapan LFO per track untuk modulasi yang lebih luas.

Sonicware juga membawa Deconstruct Minimal, groovebox baru yang dibangun di atas ritme dan pitch drift dari drum machine legendaris. Perangkat 10 track ini menggabungkan drum machine, virtual analogue bass synth, dan kemampuan sampler untuk mengejar groove minimal yang hipnotik.

Bastl, Teenage Engineering, Roland, dan Modal ikut menguatkan panggung

Bastl Instruments akhirnya meluncurkan Kalimba setelah tiga tahun pengembangan. Instrumen hybrid ini memakai mikrofon kecil, touch sensor, dan accelerometer dalam bodi yang terinspirasi kalimba tradisional, lengkap dengan tine yang bisa dimainkan.

Teenage Engineering menambah EP-136 KO Sidekick ke keluarga EP-nya. Mixer dua kanal ini memiliki audio interface terintegrasi, efek kreatif, dan alat performa yang biasanya lebih sering ditemukan pada DJ mixer.

Roland kembali membawa Project Lydia ke tahap kedua pengembangan. Stompbox neural sampling ini dirancang untuk menerapkan kualitas tonal model AI terlatih ke sinyal audio masuk, lalu diperbarui berdasarkan demo, showcase industri, dan survei global.

Versi terbarunya menawarkan desain hardware yang lebih fleksibel, instalasi Raspberry Pi 5 yang lebih mudah, dan operasi sebagai USB MIDI controller mandiri. Roland juga menambahkan I/O terintegrasi, layar LCD onboard, memori preset pengguna, serta konektivitas MIDI untuk kontrol yang lebih dalam.

Di tengah padatnya pengumuman itu, Modal Electronics menyiapkan Element One untuk pemain yang ingin langsung bermain tanpa tenggelam dalam kerumitan teknis. Synth 37 tombol ini menonjol lewat aftertouch yang responsif, joystick 4-axis, 17 knob akses langsung, 64 oscillator beresolusi tinggi, dan 30 tipe filter resonan.

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer