Saat ayam beku harus segera masuk wajan, cara paling aman tidak selalu yang paling lama. Ada beberapa metode yang tetap tergolong aman, tetapi pilihannya perlu disesuaikan dengan waktu yang tersedia dan kondisi ayam.
Yang paling penting justru menghindari kebiasaan yang terlihat praktis tetapi berisiko. Membiarkan ayam di meja dapur, merendamnya dengan air hangat, atau menaruhnya di bawah air keran yang tidak mengalir bukan langkah yang disarankan.
USDA Food Safety and Inspection Service menjelaskan bahwa suhu ruangan dapat membuat bagian luar ayam cepat masuk ke zona bahaya, yaitu kisaran 4 hingga 60 derajat Celcius. Di rentang ini, bakteri bisa berkembang sangat cepat sementara bagian dalam ayam masih beku.
Tracey Brigman, clinical associate professor di University of Georgia, juga menegaskan bahwa ayam tidak boleh dicairkan di atas meja atau direndam air hangat. Masalahnya sama, yakni lapisan luar sudah hangat lebih dulu, sedangkan bagian dalam belum mencair.
Healthline menambahkan bahwa mencairkan ayam di bawah air keran yang mengalir sebaiknya juga dihindari. Cipratan air dapat menyebarkan bakteri ke permukaan dapur di sekitarnya.
Pilihan paling aman tetap kulkas
Metode yang paling direkomendasikan adalah memindahkan ayam beku dari freezer ke kulkas biasa. USDA menyebut cara ini paling aman karena suhu ayam tetap stabil di bawah 4 derajat Celcius sehingga bakteri tidak punya ruang untuk berkembang biak.
Margarethe A. Cooper, associate professor di University of Arizona, menyarankan ayam diletakkan di rak paling bawah kulkas. Di bawahnya perlu ada piring atau loyang agar tetesan air dan sari daging tidak mencemari bahan makanan lain.
Setelah mencair, ayam masih bisa disimpan di kulkas selama satu sampai dua hari sebelum dimasak. Kelemahannya, cara ini butuh waktu lebih panjang karena potongan kecil pun biasanya memerlukan waktu seharian penuh untuk mencair.
Jika waktunya sempit, air dingin bisa dipakai
Saat butuh cara yang lebih cepat, air dingin bisa menjadi alternatif yang aman. USDA menyarankan ayam dimasukkan ke kantong plastik yang rapat dan kedap udara, lalu seluruh bagian direndam dalam wadah berisi air dingin.
Air perlu diganti setiap 30 menit supaya tetap dingin dan ayam tidak masuk zona bahaya. Brigman menyebut metode ini cocok untuk potongan ayam kecil sampai sedang yang bisa mencair dalam waktu kurang dari dua jam.
Cara ini tidak cocok untuk ayam utuh berukuran besar. Setelah mencair dengan air dingin, ayam harus langsung dimasak dan tidak boleh dimasukkan kembali ke kulkas dalam kondisi mentah.
Microwave hanya untuk keadaan darurat
Microwave bisa dipakai ketika waktu sudah benar-benar mepet. Namun, semua kemasan asli harus dilepas lebih dulu, termasuk baki styrofoam dan plastik pembungkus, karena wadah itu tidak tahan panas dan bisa melepaskan zat kimia berbahaya ke daging.
Margarethe A. Cooper menyarankan penggunaan fitur pencairan khusus pada microwave. Jika microwave tidak memiliki sistem putar otomatis, wadah perlu dibalik secara manual di tengah proses agar panas merata.
Setelah keluar dari microwave, ayam harus langsung dimasak saat itu juga. USDA menegaskan bahwa sebagian ayam mungkin sudah mulai hangat dan mulai matang, sehingga menyimpannya lagi dalam keadaan mentah dapat memicu pertumbuhan bakteri.
Bisa juga langsung dimasak dari beku
Ayam tidak selalu harus dicairkan dulu sebelum dimasak. USDA menyebut ayam beku boleh langsung dimasak selama menggunakan oven atau dimasak langsung di atas kompor.
Waktu memasaknya perlu ditambah sekitar 50 persen lebih lama dari waktu normal. Bagian paling dalam ayam juga harus diperiksa sampai benar-benar matang, bukan hanya tampak matang di bagian luar.
Source: www.beautynesia.id






