Biaya operasional Geely EX5 dan Geely Starray EM-i menarik perhatian karena keduanya menawarkan pengeluaran harian yang relatif ringan untuk pengguna yang mengejar efisiensi. Dalam hitungan Geely Auto Indonesia, biaya perawatan berkala kedua model ini juga dibuat tetap terjangkau untuk kepemilikan jangka panjang.
Constantinus Herlijoso, Sales & Channel Development Director Geely Auto Indonesia, menyebut biaya perawatan berkala dimulai dari Rp120 ribu per bulan selama lima tahun kepemilikan. Angka itu menempatkan EX5 dan Starray EM-i sebagai dua model elektrifikasi yang tidak hanya mengandalkan teknologi, tetapi juga efisiensi biaya.
| Model | Jarak Servis | Biaya Rata-rata per Bulan |
|---|---|---|
| Geely EX5 | Hingga 100.000 km atau sekitar lima tahun | Rp122 ribu |
| Geely Starray EM-i | Hingga 75.000 km atau sekitar lima tahun | Rp273 ribu |
EX5 mengandalkan listrik penuh dengan ongkos pengisian yang rendah
Geely EX5 memakai Short Blade Battery berkapasitas 60,22 kWh dan diklaim mampu menempuh hingga 495 km berdasarkan standar NEDC. Dengan efisiensi 11,6 km/kWh dan konsumsi energi 8,7 kWh/100 km, mobil ini dihitung sangat hemat untuk penggunaan harian.
Biaya energi EX5 disebut Rp147 per km saat di rumah dan Rp213 per km saat di SPKLU. Untuk pengisian penuh, biayanya berada di kisaran Rp102.374 di rumah dan Rp148.502 di SPKLU.
Dalam pola penggunaan 25 hari dengan jarak 1.000–1.500 km per bulan, estimasi biaya pengisian daya EX5 di rumah berada di rentang Rp145.000–Rp218.000 per bulan. Jika seluruh pengisian dilakukan di SPKLU, angkanya naik menjadi Rp290.000–Rp435.000 per bulan.
Starray EM-i memberi ruang lebih luas lewat sistem hybrid
Berbeda dari EX5, Geely Starray EM-i ditujukan bagi konsumen yang menginginkan efisiensi elektrifikasi sekaligus fleksibilitas mesin bensin. Model ini menggunakan baterai 18,4 kWh, tangki bahan bakar 51 liter, jarak tempuh listrik hingga 105 km NEDC, dan jangkauan gabungan lebih dari 1.000 km.
Untuk komuter yang menempuh 40–60 km per hari, Starray EM-i dapat digunakan dalam Pure EV Mode dan diisi ulang setiap empat hari. Dengan pola tersebut, estimasi biaya pengisian daya selama 25 hari berada di kisaran Rp453.740–Rp680.610 per bulan.
Jika ditambah satu kali pengisian bensin penuh setiap bulan, total biaya operasional bulanan Starray EM-i berada di kisaran Rp655.240–Rp982.860. Dalam mode hybrid, model ini juga mencatat estimasi konsumsi bahan bakar 1,24 liter per 100 km atau 80,7 km/liter.
Efisiensi tetap terasa saat dibawa bepergian jauh
Untuk perjalanan antarkota, Starray EM-i menonjol lewat klaim jangkauan lebih dari 1.000 km. Dengan harga bensin RON 92 sebesar Rp16.250 per liter, isi penuh tangki 51 liter disebut sekitar Rp828.750.
Pada pengujian rute Jakarta–Bandung–Jakarta, Starray EM-i mencatat konsumsi energi 1,24 liter per 100 km. Catatan itu menunjukkan bahwa efisiensi model ini tidak hanya muncul di penggunaan dalam kota, tetapi juga tetap terjaga saat dipakai untuk perjalanan jarak jauh.
Dukungan purna jual turut memperkuat daya tarik
Selain biaya energi dan perawatan, Geely juga menyiapkan layanan purna jual untuk EX5 dan Starray EM-i. Paketnya mencakup Emergency Roadside Assistance, garansi kendaraan, serta dukungan wall charger atau portable charger untuk kebutuhan harian.
Geely EX5 mendapat garansi baterai seumur hidup, sementara Geely Starray EM-i mendapat garansi power battery hingga 8 tahun atau 180.000 km. Kombinasi biaya operasional yang ringan dan jaminan purna jual ini menjadi salah satu daya tarik utama kedua model tersebut bagi calon konsumen.
Data GAIKINDO sebelumnya menunjukkan kendaraan elektrifikasi menyumbang sekitar 26% dari total penjualan kendaraan nasional sepanjang Januari-Mei 2026. Tren itu menegaskan bahwa pertimbangan biaya harian kini semakin memengaruhi pilihan konsumen di tengah naiknya adopsi kendaraan elektrifikasi.
Source: www.oto.com






