Xpeng Mona L03 tampil mencolok bukan karena satu fitur saja, melainkan karena paket lengkap yang jarang hadir di kelas harganya. Varian REEV menjadi pusat perhatian lantaran mampu menempuh jarak gabungan hingga 1.330 km berdasarkan standar CLTC.
Di pasar Tiongkok, model ini sudah dibuka untuk pra-penjualan dengan banderol 143.800–161.800 yuan. Jika mengacu pada informasi yang tersedia, harganya berada di kisaran Rp322 juta hingga Rp363 juta.
Fleksibilitas penggerak yang tidak umum di kelasnya
Mona L03 hadir dengan dua jalur elektrifikasi dalam satu model, yaitu BEV dan REEV. Pendekatan ini memberi pilihan bagi konsumen yang ingin mobil listrik murni maupun yang masih mempertimbangkan kekhawatiran soal jarak tempuh.
Varian BEV memakai motor listrik penggerak roda belakang dengan tenaga 249 dk dan torsi 280 Nm. Opsi baterainya tersedia dalam kapasitas 56 kWh dan 69 kWh, dengan klaim jarak tempuh 525 km sampai 625 km menurut standar CLTC.
| Varian | Tenaga | Baterai | Jarak Tempuh |
|---|---|---|---|
| BEV | 249 dk, 280 Nm | 56 kWh / 69 kWh | 525 km – 625 km |
| REEV | 249 dk + mesin 1.500 cc 95 dk sebagai generator | 37,2 kWh | 315 km listrik murni, 1.330 km gabungan |
Pengisian daya juga dibuat cepat. Xpeng menyebut baterai bisa terisi dari 30% ke 80% hanya dalam sekitar 16 menit, sehingga mobil ini tetap cocok untuk penggunaan harian dengan ritme tinggi.
REEV menjadi kartu truf utama
Untuk pengguna yang membutuhkan jarak tempuh lebih panjang, varian REEV menawarkan kombinasi motor listrik 249 dk dan mesin bensin 1.500 cc bertenaga 95 dk sebagai generator pengisi baterai. Pada konfigurasi ini, baterai 37,2 kWh memungkinkan mobil melaju 315 km dengan tenaga listrik murni.
Jika baterai dan tangki bahan bakar sama-sama penuh, jarak tempuh gabungannya mencapai 1.330 km. Angka tersebut membuat Mona L03 tampil menonjol di tengah persaingan SUV listrik yang umumnya lebih bergantung pada infrastruktur pengisian daya.
Kabin dibuat terasa lebih mahal dari kelas harganya
Masuk ke interior, Mona L03 membawa perlengkapan yang biasanya ditemukan pada mobil di kelas lebih tinggi. Di dalamnya ada Wide Head-Up Display 26,8 inci dan layar sentuh 15,6 inci beresolusi 2.5K.
Kenyamanan kabin diperkuat dengan kulkas mini 9,3 liter, sistem audio 1.000 watt dengan 20 speaker, ambient lighting 256 warna, serta panoramic roof berlapis ganda. Kombinasi ini memberi kesan premium yang kuat bagi calon pembeli.
Untuk urusan kepraktisan, bagasi belakangnya berkapasitas 539 liter dan bisa diperluas hingga 1.640 liter. Di bagian depan masih tersedia frunk 102 liter, sehingga ruang penyimpanan tetap memadai untuk kebutuhan keluarga maupun perjalanan jauh.
AI dan bantuan berkendara menjadi pembeda lain
Di sektor teknologi, SUV ini dibekali sistem ADAS Level 2 berbasis XNGP dan Vision-Language-Action generasi kedua. Seluruh sistem didukung chip Turing AI buatan Xpeng dengan performa hingga 750 TOPS pada model standar dan 1.500 TOPS pada varian tertinggi.
Perangkat itu bekerja bersama 11 kamera resolusi tinggi dan 12 radar ultrasonik untuk membaca kondisi sekitar kendaraan secara real-time. Dengan bekal tersebut, Mona L03 tidak hanya mengandalkan harga agresif, tetapi juga membawa paket teknologi yang terasa maju untuk segmennya.
Ukuran bodi dan lawan yang dihadapi
Secara dimensi, Mona L03 memiliki panjang 4.650 mm dengan wheelbase 2.850 mm. Ukuran ini membuatnya berhadapan dengan BYD Atto 3, Geely EX5, dan GAC Aion Y Plus di segmen yang sama.
Wheelbase yang panjang memberi keuntungan pada ruang kabin, sementara opsi REEV memberi nilai tambah yang tidak selalu dimiliki para rival BEV sekelasnya. Dengan kombinasi harga Rp300 jutaan, fitur premium, dan teknologi AI, Xpeng Mona L03 menjadi salah satu SUV listrik baru yang patut diperhitungkan ketika masuk pasar lebih luas.
Source: moladin.com






