Surabaya kini muncul sebagai wilayah paling agresif dalam pertumbuhan mobil listrik di Jawa Timur. Indomobil Dealers Group mencatat penjualan kendaraan listrik di kota itu pada kuartal I 2026 naik lebih dari empat kali lipat dibanding periode yang sama tahun lalu.
Lonjakan di Surabaya ikut mendorong kinerja provinsi secara keseluruhan. Di Jawa Timur, penjualan mobil listrik tercatat melonjak 3,8 kali lipat, menandakan penerimaan pasar terhadap kendaraan listrik mulai bergerak lebih cepat.
Efisiensi biaya jadi daya tarik utama
CEO Indomobil Dealers Group Santiko Wardoyo menilai pertumbuhan itu erat kaitannya dengan semakin banyaknya konsumen yang memperhitungkan biaya penggunaan. Menurut dia, mobil listrik kini dilihat sebagai pilihan yang lebih hemat dibanding kendaraan berbahan bakar konvensional.
Santiko menegaskan bahwa faktor pendorongnya tidak hanya harga BBM. Biaya energi, servis, dan pajak kendaraan juga membuat EV dinilai lebih ringan untuk dipakai harian.
“Mobil EV tidak menggunakan oli. Dari sisi servis dan biaya operasional jelas lebih ekonomis dibanding kendaraan konvensional,” kata Santiko saat pembukaan Indomobil Expo Surabaya di Pakuwon Mall, Selasa (19/5).
Surabaya jadi titik perhatian Indomobil
Kenaikan yang lebih tinggi di Surabaya membuat kota ini mendapat sorotan khusus. Indomobil melihat momentum tersebut sebagai peluang untuk memperkuat pasar kendaraan listrik premium di salah satu kota terbesar di Jawa Timur.
Pembukaan Indomobil Expo Surabaya di Pakuwon Mall juga dimanfaatkan untuk menampilkan deretan kendaraan listrik premium kepada pengunjung. Ajang itu sekaligus menjadi sarana edukasi agar masyarakat lebih dekat dengan produk dan ekosistem kendaraan listrik.
Populasi masih kecil, ruang pertumbuhan masih terbuka
Santiko menyebut total populasi kendaraan listrik di Jawa Timur saat ini berada di kisaran 2.500 unit. Angka itu masih tergolong kecil, sehingga peluang pertumbuhan dinilai masih sangat besar.
Indomobil membaca kondisi ini sebagai tanda bahwa pasar belum jenuh. Selama kepercayaan masyarakat terus meningkat, adopsi EV masih berpotensi naik lebih jauh.
Kekhawatiran pengguna masih perlu dijawab
Meski minat bertambah, Santiko mengakui masih ada keraguan di masyarakat daerah soal mobil listrik. Salah satu kekhawatiran yang kerap muncul adalah soal pengisian daya saat baterai habis di perjalanan.
Untuk menjawab hal itu, Indomobil menggandeng PLN. Kerja sama tersebut difokuskan pada edukasi sekaligus pengenalan perkembangan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik di Jawa Timur.
Langkah ini dianggap penting karena peningkatan populasi EV perlu dibarengi dengan pemahaman yang lebih baik dari calon pengguna. Dengan begitu, masyarakat bisa melihat kendaraan listrik sebagai opsi mobilitas yang lebih meyakinkan.
Target penjualan ikut dikejar
Di tengah tren positif itu, Indomobil menargetkan 200 surat pemesanan kendaraan atau SPK di Surabaya. Target tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas penetrasi mobil listrik di kota yang pertumbuhannya paling cepat tersebut.
Bagi Indomobil, Surabaya kini bukan hanya pasar besar, tetapi juga barometer penerimaan kendaraan listrik di kawasan timur Pulau Jawa. Momentum pertumbuhan ini akan terus dimanfaatkan untuk memperkuat posisi kendaraan listrik di Jawa Timur.
Source: www.jawapos.com






