Bidang Pandang Xreal Project Aura Tembus 70 Derajat, Tapi Puck Eksternal Tetap Jadi Beban

Satu hal yang paling menonjol dari Project Aura adalah keputusan Xreal untuk tetap memakai puck eksternal sebagai pusat komputasi. Pilihan ini membuat perangkat terlihat lebih ringan dan tetap mirip kacamata pintar, tetapi sekaligus menambahkan satu komponen lagi yang harus ikut dibawa pengguna.

Puck tersebut bukan aksesori kecil biasa. Bentuknya disebut seperti smartphone modern, dilengkapi touchpad untuk menggerakkan pointer, serta memiliki lanyard agar bisa digantung di leher saat dibawa.

Di atas kertas, Project Aura justru tampil sangat ambisius untuk ukuran perangkat yang masih mempertahankan desain see-through. Xreal menempatkan kacamata ini di wilayah yang lebih dekat ke headset XR karena membawa bidang pandang 70 derajat, angka yang disebut sebagai yang terlebar di lini Xreal sejauh ini.

Bagi pengguna, bidang pandang yang lebih luas berarti ruang visual yang lebih lega. Kondisi itu membuka peluang untuk multitasking yang lebih nyaman dan pengalaman imersif yang terasa lebih menyeluruh.

Perbandingan internalnya juga cukup jelas. Xreal One Pro memiliki bidang pandang 57 derajat, sehingga Aura membawa lompatan yang besar jika angka 70 derajat itu benar-benar hadir di produk final.

Di pasar yang sama, angka tersebut juga disebut melampaui Viture Beast yang berada di 58 derajat. Itu membuat Aura berpotensi menonjol di kelas kacamata XR layar tembus pandang, selama implementasinya sesuai dengan klaim awal.

Arah produk yang makin dekat ke XR

Project Aura tidak berdiri sebagai kacamata pintar biasa. Kolaborasi Xreal dan Google membuat perangkat ini ikut relevan untuk ekosistem Android XR, sehingga posisinya terasa lebih strategis dibanding aksesori tampilan standar.

Arah itu juga terlihat dari spesifikasi yang sudah terungkap. Perangkat ini memakai chip X1S, mendukung 6 DoF tracking, dan memiliki hand tracking untuk interaksi yang lebih natural.

Meski begitu, ada satu catatan penting yang tidak bisa diabaikan. Daftar spesifikasi yang beredar menyebut tidak ada eye tracking pada model ini.

Absennya eye tracking menjadi kompromi yang cukup terasa untuk perangkat yang ingin menjembatani kacamata pintar dan headset XR. Namun, Xreal tetap menyertakan tiga kamera agar kemampuan pelacakan dan penggunaan ruang digital tetap mendapat dukungan yang memadai.

Di sisi kenyamanan visual, Project Aura juga membawa electronic dimming. Fitur ini membantu mengatur keterlihatan lingkungan sekitar, sehingga pengguna bisa menyeimbangkan imersi dengan kesadaran terhadap dunia nyata.

Kompromi yang dibayar dengan perangkat tambahan

Masalah terbesar bagi sebagian calon pengguna kemungkinan bukan pada fiturnya, melainkan pada cara perangkat ini bekerja. Karena desainnya tethered, pemrosesan tidak sepenuhnya berada di dalam frame, melainkan bergantung pada puck eksternal.

Tom’s Guide menyebut puck itu dibekali baterai 4455mAh dan memakai chip Snapdragon yang belum disebutkan namanya. Dengan pendekatan ini, Xreal jelas memilih membagi beban komputasi ke perangkat terpisah agar kacamata tetap ramping.

Strategi tersebut punya kelebihan dan kelemahan yang sama-sama jelas. Di satu sisi, bentuk kacamata bisa tetap ringkas, tetapi di sisi lain pengguna harus membawa satu perangkat tambahan untuk mendapatkan pengalaman penuh.

Posisi Project Aura pun terasa seperti produk perantara yang sengaja disusun untuk mengambil ruang di tengah pasar XR. Bentuknya masih menyerupai kacamata pintar, tetapi kombinasi FOV lebar, 6 DoF tracking, hand tracking, dan beberapa kamera mendorongnya lebih dekat ke headset XR.

Untuk saat ini, Project Aura dijadwalkan meluncur pada 2026. Harga resmi maupun kemungkinan variannya juga belum diumumkan, sehingga banyak hal masih bergantung pada pengumuman berikutnya dari Xreal dan Google.

Sebagai pembanding, Xreal One Pro saat ini dibanderol 559 USD. Dengan ambisi fitur yang lebih tinggi, Project Aura jelas sedang diarahkan ke kelas yang lebih premium, tetapi penilaiannya baru akan lebih konkret setelah harga resminya muncul.

Source: tech.sportskeeda.com

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer