BINUS Dorong AI Jadi Pencipta Nilai, Indonesia Dibawa ke Panggung Global

BINUS University menempatkan kecerdasan buatan bukan sebagai alat yang sekadar dipakai, melainkan sebagai sarana untuk menciptakan nilai ekonomi dan sosial. Melalui gagasan AI for Life, kampus ini menegaskan arah baru yang menautkan teknologi dengan kualitas hidup, produktivitas, dan kedaulatan bangsa.

Penekanan itu muncul di tengah kecenderungan penggunaan AI di banyak sektor yang masih berhenti pada pemanfaatan tools. BINUS memilih pendekatan yang lebih strategis, dengan menempatkan etika, lintas disiplin, dan dampak langsung bagi manusia sebagai dasar pengembangan.

Transformasi dari pengguna menjadi pencipta nilai

Dalam kerangka AI for Life, BINUS merumuskan tiga fokus keilmuan strategis yang mencakup teknologi, bisnis, serta kebijakan nasional. Arah ini disusun untuk membaca masa depan AI dari sudut pandang teknis, industri, dan tata kelola.

Di bidang teknologi, engineering, dan IT, fokus pertama diarahkan pada AI Transformation. Penekanannya ada pada pergeseran dari sekadar pengguna AI menjadi pencipta nilai, sekaligus pada kebutuhan infrastruktur data, perlindungan privasi, etika, dan kesiapan talenta digital.

Fokus kedua menyasar bisnis dan industri kreatif. Dalam ruang ini, AI diposisikan sebagai mitra untuk mempercepat eksplorasi ide dan meningkatkan efisiensi, tanpa menghilangkan sentuhan rasa, kepekaan sosial, dan budaya manusia.

Fokus ketiga berada pada geopolitik, hukum, dan kebijakan nasional. Bagian ini menyoroti kedaulatan data, keamanan siber, mitigasi perang asimetris, serta regulasi yang responsif agar inovasi tetap bergerak tanpa mengorbankan kepentingan publik.

Usia 45 tahun dan arah transformasi

Gagasan tersebut juga menandai perjalanan 45 tahun BINUS University di dunia pendidikan. Dari usia itu, kampus ini menegaskan komitmennya untuk ikut memimpin transformasi digital nasional sekaligus regional.

Ketua Dewan Guru Besar BINUS University, Prof. Dr. Ir. Harjanto Prabowo, M.M., menegaskan bahwa teknologi harus ditempatkan untuk memperkuat kehidupan manusia. Menurutnya, AI for Life hadir agar AI tidak menggantikan peran manusia, melainkan mendukungnya.

Panggung Indonesia menuju forum internasional

Visi tersebut tidak berhenti di lingkungan kampus. BINUS University ditunjuk sebagai tuan rumah QS Higher Ed Summit: Asia Pacific 2026, forum internasional yang akan membawa dialog pendidikan tinggi dan inovasi teknologi Indonesia ke level global.

Ajang bertema Advancing Education for Purpose and Impact itu dijadwalkan berlangsung pada 3–5 November 2026 di Bali International Convention Centre. Lebih dari 1.000 delegasi lintas negara akan hadir, mulai dari pemimpin perguruan tinggi, regulator pemerintah, hingga pelaku industri teknologi.

Forum itu juga akan menggaungkan orasi ilmiah bertema Shaping the Next Intelligence Era: Artificial Intelligence, Leadership, and Collaboration. Di sana, Indonesia diharapkan tampil sebagai tuan rumah dialog penting mengenai masa depan AI.

Momentum bagi ekosistem pendidikan tinggi

Penunjukan BINUS sebagai penyelenggara forum tersebut dipandang sebagai cerminan kesiapan ekosistem pendidikan tinggi Indonesia. Dengan rekam jejak 45 tahun dan penekanan pada dampak nyata teknologi, BINUS dinilai memiliki posisi yang tepat untuk menjembatani dialog global.

President of BINUS Higher Education, Stephen Wahyudi Santoso, menyebut kesempatan itu bukan hanya pencapaian bagi BINUS. Ia menegaskan bahwa momen tersebut juga menjadi peluang untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia memiliki ekosistem pendidikan tinggi yang berkembang, adaptif, berbasis teknologi, dan siap berkolaborasi secara global.

Dorongan AI for Life memperlihatkan bahwa pertarungan teknologi tidak hanya soal kecepatan inovasi. Bagi BINUS, agenda besarnya adalah memastikan AI ikut membangun masa depan yang lebih manusiawi, produktif, dan berdaya saing.

Source: www.idntimes.com
Berita Terkait