Biosolar Tetap Murah, Harga Dexlite dan Pertamina Dex Membuat Pemilik Diesel Menimbang Ulang

Selisih harga antara Biosolar dan solar non subsidi membuat banyak pemilik mobil diesel harus menghitung ulang pilihan pengisian di SPBU. Biosolar tercatat Rp6.800 per liter, sedangkan Dexlite dan Pertamina Dex berada jauh di atasnya dengan harga yang berbeda antarwilayah.

Perbedaan itu tidak hanya terasa pada nominal di pompa, tetapi juga pada pertimbangan perawatan mesin. Untuk mobil diesel modern seperti Toyota Hilux, Fortuner, atau Innova Diesel, jenis BBM yang dipilih kerap dikaitkan dengan kualitas pembakaran, respons mesin, hingga kebersihan sistem injeksi.

Daya tarik solar non subsidi

Solar non subsidi menjadi pilihan karena tidak bergantung pada kuota pembelian seperti solar subsidi. Produk ini juga ditujukan untuk kebutuhan mesin diesel modern yang memerlukan pembakaran lebih stabil dan lebih bersih.

Di jaringan Pertamina, Dexlite memiliki angka cetane 51, sedangkan Pertamina Dex berada di angka cetane 53. Keduanya dirancang agar lebih sesuai untuk mesin diesel yang sensitif terhadap kualitas bahan bakar.

Bagi banyak pengguna, keuntungan seperti pembakaran yang lebih bersih dan fleksibilitas pembelian sering dianggap penting. Hal itu membuat biaya yang lebih tinggi dipandang sebagai bagian dari kebutuhan kendaraan, bukan sekadar pengeluaran tambahan.

Harga yang berbeda di tiap wilayah

Perbedaan harga solar non subsidi per liter juga terlihat dari wilayah penjualan. Untuk Jakarta dan Jawa Barat, Dexlite dipatok Rp14.200 per liter dan Pertamina Dex Rp14.500 per liter.

Di Jawa Tengah dan Yogyakarta, harga Dexlite tetap Rp14.200 per liter, sedangkan Pertamina Dex juga berada di Rp14.500 per liter. Sementara itu, Sumatra Utara mencatat Dexlite Rp14.200 per liter dan Pertamina Dex Rp14.800 per liter.

Untuk Aceh dan FTZ Sabang, Dexlite dibanderol Rp13.250 per liter, sedangkan Pertamina Dex mencapai Rp14.800 per liter. Selisih ini membuat banyak pengendara kembali menimbang apakah penggunaan solar non subsidi sepadan dengan kebutuhan kendaraannya.

Kenapa banyak pemilik diesel memilihnya

Mesin diesel modern cenderung lebih peka terhadap mutu BBM yang digunakan. Karena itu, solar non subsidi dinilai membantu menjaga performa mesin tetap stabil dan mendukung pembakaran yang lebih rapi.

Sejumlah manfaat yang sering dicari antara lain risiko kotoran pada injektor dan turbo yang bisa berkurang, emisi yang cenderung lebih rendah, serta tidak adanya kekhawatiran soal kuota pembelian. Pada mobil keluarga yang dipakai harian, kenyamanan dan ketahanan mesin kerap menjadi pertimbangan utama.

Menyesuaikan dengan kebutuhan mesin

Pemilihan BBM tetap perlu mengikuti rekomendasi pabrikan kendaraan. Dexlite bisa menjadi opsi untuk kebutuhan diesel standar yang tetap memerlukan kualitas lebih baik, sedangkan Pertamina Dex lebih cocok untuk mesin dengan spesifikasi lebih tinggi.

Pengisian di SPBU resmi juga penting agar kualitas dan takaran BBM tetap terjaga. Karena itu, banyak pemilik mobil diesel memilih menimbang selisih harga Biosolar dengan solar non subsidi berdasarkan kebutuhan mesin, bukan hanya berdasarkan harga per liter semata.

Source: auto2000.co.id

Berita Terkait