Outlet Kelima Bipang Ambawang Dibuka di Green Lake City, Kuliner Dayak Makin Dekat ke Pasar Urban

Author: Redaksi Android62

Bipang Ambawang akan membuka outlet kelimanya di Green Lake City pada 31 Juli 2026. Ekspansi ini memperluas kehadiran restoran kuliner khas Dayak tersebut ke kawasan yang lebih dekat dengan pasar urban.

Pembukaan gerai baru berlangsung menjelang peringatan enam tahun perjalanan Bipang Ambawang pada 3 November 2026. Langkah tersebut menandai kelanjutan pengembangan jaringan restoran tanpa melepaskan identitas budaya Dayak Kalimantan Barat.

Dengan tambahan lokasi itu, Bipang Ambawang kini memiliki jaringan di Ambawang, Pontianak, East Coast Pantai Indah Kapuk, I.D.D Pantai Indah Kapuk 2, Hampton Square Gading Serpong, serta Green Lake City. Gerai di Green Lake City menjadi titik terbaru yang disiapkan untuk melayani pelanggan.

Lokasi Gerai Status Konsep
Ambawang Beroperasi Heritage
Pontianak Beroperasi Heritage
East Coast Pantai Indah Kapuk Beroperasi Signature
I.D.D Pantai Indah Kapuk 2 Beroperasi Signature
Hampton Square Gading Serpong Beroperasi Tidak disebutkan
Green Lake City Dibuka 31 Juli 2026 Tidak disebutkan

Ekspansi dengan Akar Budaya

Founder Bipang Ambawang, Juniarto, menyatakan perluasan bisnis tidak diposisikan semata-mata sebagai penambahan titik penjualan. Restoran ini dibangun dengan misi memperkenalkan kuliner Dayak kepada kalangan yang lebih luas.

Menurut Juniarto, makanan tradisional dapat diterima lintas komunitas apabila diperkenalkan dengan pendekatan yang tepat. Ia menilai pengenalan tersebut tetap dapat berjalan tanpa menghilangkan identitas budaya yang melekat pada setiap hidangan.

Dalam keterangannya kepada VIVA pada 16 Juli 2026, Juniarto mengatakan, “Sejak awal saya ingin kuliner Dayak tidak hanya dikenal oleh masyarakat Dayak sendiri, tetapi juga bisa dinikmati semua kalangan. Kami percaya makanan tradisional memiliki potensi untuk diterima lebih luas tanpa kehilangan identitas budayanya.”

Salah satu menu yang mulai dikenal pelanggan jaringan restoran ini adalah Daukng Manggala Tutuk. Hidangan pendamping khas Dayak tersebut sebelumnya relatif belum banyak dikenal di luar Kalimantan.

Keberadaan menu itu menjadi bagian dari upaya membawa ragam rasa lokal ke konsumen dengan latar belakang yang lebih beragam. Perluasan jaringan juga memberi ruang lebih besar bagi hidangan khas daerah untuk hadir di pusat-pusat permukiman dan komersial.

Desain Gerai dan Pelibatan SDM Dayak

Bipang Ambawang membedakan sebagian gerainya melalui konsep Heritage dan Signature. Konsep Heritage menghadirkan nuansa budaya Dayak, sedangkan konsep Signature mengusung tampilan yang lebih modern.

Penguatan identitas tidak hanya dilakukan melalui makanan dan desain gerai. Sekitar 70 persen karyawan Bipang Ambawang merupakan putra-putri Dayak yang memperoleh pelatihan pelayanan, kebersihan, dan standar operasional restoran.

Juniarto memandang keterlibatan tenaga kerja dari komunitas Dayak penting untuk membentuk pengalaman pelanggan. Menurutnya, pengenalan budaya tidak berhenti pada sajian yang tersaji di meja makan.

“Kami ingin masyarakat mengenal budaya Dayak bukan hanya dari kulinernya, tetapi juga melalui keramahan dan profesionalisme orang-orang yang bekerja di dalamnya,” ujar Juniarto. Pendekatan tersebut menempatkan pelayanan sebagai bagian dari representasi budaya yang dibawa Bipang Ambawang.

Pembukaan Green Lake City memperlihatkan strategi pengembangan yang menggabungkan pertumbuhan jaringan, penguatan konsep gerai, dan pelibatan sumber daya manusia lokal. Di tengah perluasan pasar, identitas Dayak tetap dipertahankan sebagai pembeda utama Bipang Ambawang.

Source: www.viva.co.id
Berita Terbaru