9.276 ATM Bitcoin Depot Mati, Gugatan Penipuan dan Aturan Ketat Berujung Pailit

Author: Redaksi Android62

Bitcoin Depot menonaktifkan seluruh jaringan ATM kriptonya dan mengajukan perlindungan kebangkrutan Chapter 11 di Amerika Serikat. Keputusan itu mengakhiri operasi sekitar 9.276 kios yang sebelumnya melayani penukaran uang tunai menjadi Bitcoin.

Penutupan tersebut terjadi ketika tekanan hukum, aturan baru, dan penurunan kinerja keuangan menumpuk pada operator yang tercatat di Nasdaq itu. Bitcoin Depot akan menghentikan operasinya secara permanen serta menjual aset melalui proses kepailitan.

Kerugian Muncul Setelah Pendapatan Merosot

Kondisi keuangan perusahaan telah melemah sebelum penghentian layanan diumumkan. Pada kuartal I-2026, pendapatan Bitcoin Depot turun 49% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Perusahaan juga membukukan rugi US$9,5 juta, berbalik dari laba US$12,2 juta pada periode sebelumnya. Laba kotor merosot 85% menjadi US$45 juta, berdasarkan data yang dilaporkan CNBC Indonesia.

Indikator Kuartal I-2026 Perubahan Tahunan
Pendapatan Tidak dirinci Turun 49%
Laba/rugi Rugi US$9,5 juta Dari laba US$12,2 juta
Laba kotor US$45 juta Turun 85%

Jaringan ATM Bitcoin Depot sebelumnya tersebar di Amerika Serikat, Kanada, dan Australia. Kios-kios itu menjadi jalur bagi pengguna untuk membeli aset kripto dengan uang tunai.

Aturan Baru Memukul Model Usaha

CEO Bitcoin Depot Alex Holmes menyatakan perubahan regulasi telah membuat model bisnis perusahaan tidak dapat dipertahankan. Negara-negara bagian menerapkan kewajiban kepatuhan lebih ketat, batas transaksi baru, serta pembatasan atau larangan operasi ATM Bitcoin di sejumlah yurisdiksi.

Dalam siaran pers yang dikutip CoinDesk, Holmes mengatakan, “Di bawah kondisi saat ini, model bisnis perusahaan tak bisa bertahan.” Ia juga menyoroti meningkatnya litigasi dan penegakan aturan yang dihadapi operator.

Pengajuan pailit sukarela dilakukan oleh perusahaan yang berbasis di Atlanta ke Pengadilan Kebangkrutan AS untuk Distrik Selatan Texas pada Senin (18/5). Entitas Bitcoin Depot di Kanada turut dimasukkan dalam proses kepailitan di Amerika Serikat.

Gugatan Penipuan Menambah Risiko Hukum

Di tengah pelemahan bisnis, Bitcoin Depot menghadapi gugatan besar dari jaksa agung Massachusetts dan Iowa. Perusahaan dituduh memfasilitasi praktik penipuan kripto melalui jaringan ATM-nya.

Pengawasan terhadap ATM kripto meningkat setelah kerugian akibat penipuan melalui layanan tersebut mencapai rekor US$389 juta sepanjang tahun lalu. Nilai itu disebut melonjak 58% dibandingkan 2024.

Kasus Bitcoin Depot memperlihatkan risiko besar dalam bisnis yang menghubungkan uang tunai dengan aset digital. Selain tuntutan kepatuhan transaksi, operator kini menghadapi sorotan atas kemungkinan penyalahgunaan layanan oleh pelaku penipuan.

Anak usaha perusahaan di negara lain akan ditutup secara bertahap sesuai ketentuan hukum di yurisdiksi masing-masing. Kejatuhan Bitcoin Depot terjadi ketika adopsi institusional aset kripto terus berkembang melalui produk seperti ETF, sementara operator ATM menghadapi beban pengawasan yang makin berat.

Source: www.cnbcindonesia.com
Berita Terbaru