Keputusan suku bunga The Fed menjadi titik paling ditunggu pasar kripto saat Bitcoin, Ethereum, dan XRP bergerak dalam kondisi yang rapuh. Di saat yang sama, kebuntuan pembicaraan damai AS-Iran ikut menambah tekanan karena pasar masih menilai risiko gangguan energi dan inflasi belum benar-benar reda.
Di tengah suasana itu, aset digital cenderung sensitif terhadap setiap perubahan nada dari Jerome Powell maupun perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Kenaikan harga minyak yang disebut menembus di atas $99 per barel membuat kekhawatiran inflasi tetap tinggi dan ikut membebani sentimen terhadap aset berisiko, termasuk kripto.
Pasar menunggu sinyal dari The Fed
Fokus utama pelaku pasar saat ini tertuju pada rapat FOMC yang dijadwalkan segera selesai. Data ekspektasi di CME FedWatch Tool menunjukkan pasar masih menilai peluang The Fed mempertahankan suku bunga tetap sangat tinggi, sementara ruang pemangkasan dinilai belum terbuka dalam waktu dekat, termasuk untuk tahun ini.
Karena itu, konferensi pers Jerome Powell menjadi bagian yang paling diperhatikan. Nada pernyataan yang cenderung hawkish berpotensi mendorong dolar AS menguat dan memberi tekanan lanjutan pada Bitcoin, Ethereum, serta XRP.
Sebaliknya, jika Powell memberi sinyal yang lebih dovish, pasar kripto bisa mendapat ruang bernapas. Dalam kondisi yang masih diliputi ketidakpastian, arahan bank sentral dinilai akan sangat menentukan apakah minat beli bisa bertahan atau justru kembali melemah.
Ketegangan AS-Iran ikut memengaruhi sentimen
Selain kebijakan moneter, pasar juga mencermati perkembangan hubungan AS-Iran. Dalam laporan yang menjadi acuan, Presiden Donald Trump disebut tidak puas dengan proposal damai terbaru dari Iran yang mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz sambil menunda kesepakatan nuklir.
Situasi itu memunculkan kekhawatiran bahwa ketegangan energi dapat bertahan lebih lama. Laporan yang sama juga menyebut Gedung Putih menyiapkan langkah “extended blockade” terhadap Iran untuk menekan ekonomi dan ekspor minyak negara tersebut.
Jika Selat Hormuz tetap terganggu, biaya energi berpotensi bertahan tinggi. Kondisi tersebut biasanya membuat pasar global bergerak lebih defensif, dan kripto menjadi salah satu aset yang paling cepat merespons perubahan sentimen seperti ini.
Bitcoin masih bertahan, tetapi volume melemah
Bitcoin berhasil naik 2% dalam 24 jam dan diperdagangkan di $77.245. Dalam pergerakan harian, harganya sempat berada di rentang $75.673 hingga $77.439, namun volume perdagangan justru turun hampir 5%.
Kombinasi itu menunjukkan minat naik harga belum diikuti keyakinan yang kuat dari pelaku pasar. Banyak investor tampak memilih menunggu kepastian lebih dulu, terutama sebelum hasil rapat FOMC dan perkembangan negosiasi AS-Iran memberi arah yang lebih jelas.
Ethereum mencoba mempertahankan area penting
Ethereum juga bergerak naik 2% ke $2.328. Di perdagangan intraday, ETH sempat bergerak di kisaran $2.259 sampai $2.340, menunjukkan masih ada minat beli meski tekanan eksternal belum sepenuhnya hilang.
Analis Ali Martinez menyoroti bahwa ETH tengah berupaya merebut kembali realized price di $2.335 sebagai support. Jika penutupan bulanan mampu bertahan di atas area tersebut, peluang kenaikan berikutnya masih terbuka.
XRP ikut menguat di tengah sorotan suplai
XRP naik lebih dari 1% ke $1.39 dan sempat menyentuh titik terendah 24 jam di $1.37. Penguatan ini muncul di tengah isu supply shock di Binance yang ikut memberi warna pada pergerakan harga.
Selain faktor itu, minat beli di pasar derivatif juga disebut mendukung momentum XRP. Meski demikian, laju penguatannya tetap akan sangat bergantung pada apakah sentimen pasar kripto secara umum mampu bertahan setelah The Fed mengumumkan keputusannya.
Tekanan kehati-hatian di pasar juga terlihat dari Crypto Fear & Greed Index yang turun dari 33 ke 26. Angka tersebut menegaskan bahwa investor masih dibayangi kombinasi risiko geopolitik, inflasi energi, dan arah kebijakan moneter yang belum pasti.







