Bitcoin Kembali Ke Atas $80.000, Ketegangan Timur Tengah Ikut Mengerek Minat Pasar Kripto

Bitcoin kembali mencuri perhatian setelah menembus area $80.000 dan mencapai $80.249,23. Pergerakan ini menandai level tertinggi sejak akhir Januari dan memberi sinyal bahwa minat beli di pasar kripto masih kuat di tengah situasi global yang belum stabil.

Lonjakan harga tersebut juga muncul saat pasar masih menatap ketegangan di Timur Tengah. Bagi banyak pelaku pasar, momen ini memperlihatkan bahwa Bitcoin tetap sensitif terhadap perubahan sentimen risiko ketika kondisi geopolitik memanas.

Dorongan dari gejolak geopolitik

Kenaikan terbaru Bitcoin tidak hanya dipandang sebagai gerakan teknikal. Konflik di Timur Tengah ikut memperkuat narasi bahwa aset digital bisa kembali diburu saat pasar tradisional terguncang.

Dalam periode perang Iran, Bitcoin disebut mencatat kinerja lebih baik daripada saham dan emas. Selama konflik itu berlangsung, aset kripto terbesar di dunia tersebut naik sekitar 20%, sehingga reli terbarunya mendapat perhatian lebih besar dari pelaku pasar.

Respons pasar terhadap kabar Selat Hormuz

Pada perdagangan malam Minggu, Bitcoin sempat naik hingga 2% setelah Presiden Trump mengumumkan “Project Freedom”. Program itu disebut ditujukan untuk memberi jalur aman bagi kapal internasional netral yang terjebak di Selat Hormuz akibat perang AS-Iran.

Pengumuman tersebut menambah perhatian terhadap aset kripto di saat pasar masih dibayangi ketidakpastian. Dalam suasana seperti ini, investor tampak mencari aset yang dinilai lebih tahan terhadap gangguan geopolitik.

Sinyal pemulihan setelah beberapa pekan tertekan

Pergerakan ke atas $80.000 juga penting karena Bitcoin sebelumnya beberapa kali kesulitan bertahan di atas $76.000. Tembusnya level itu membuat pasar melihat ada dorongan beli yang mulai kembali menguat setelah beberapa pekan tekanan.

Bagi sebagian pelaku pasar, area tersebut menjadi batas yang menentukan. Jika bisa dipertahankan, level $80.000 dapat berubah menjadi pijakan baru untuk pergerakan berikutnya.

Kinerja bulanan ikut memperkuat sentimen

Selain dipicu kabar perang, Bitcoin juga mendapat dukungan dari performa bulanan yang solid. Pada April, aset ini naik 12% dan mencatat gain bulanan terkuat sejak Mei tahun lalu.

Kombinasi antara reli bulanan dan respons terhadap ketegangan global membuat kenaikan terbaru tidak dianggap sebagai lonjakan singkat semata. Namun, arah pergerakan selanjutnya tetap akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan di Timur Tengah, terutama selama Selat Hormuz masih menjadi fokus perhatian pasar.

Berita Terkait