Bitcoin Masih Bertahan Di Atas $81.000, Tapi Analis Belum Mau Menyebutnya Aman

Author: Redaksi Android62

Bitcoin masih bertahan di atas level $81,000 dan itu membuat pasar kembali menaruh perhatian pada kekuatan reli yang sedang berlangsung. Meski harga terus bergerak di atas ambang psikologis $80,000, sebagian analis belum mau menyebut kenaikan ini benar-benar aman.

Pada perdagangan yang dipantau CoinMarketCap, bitcoin berada di 81,273.69, naik 2,425.69 atau 3.08%. Posisi itu juga menempatkan bitcoin pada level tertinggi sejak Januari pekan ini, tetapi kenaikan tersebut belum sepenuhnya menghapus keraguan di kalangan pelaku pasar.

Salah satu alasan mengapa pasar masih mencermati reli ini adalah situasi teknikal dan perilaku investor. Saat harga kembali ke titik impas, sebagian pemegang aset cenderung menjual, sehingga pergerakan naik bisa tertahan sebelum berubah menjadi tren yang lebih kuat.

Compass Point analyst Ed Engel termasuk yang masih bersikap hati-hati. Ia menilai bitcoin belum pernah keluar dari pasar bearish melalui pemulihan berbentuk V, dan menganggap kenaikan terbaru lebih banyak ditopang aktivitas derivatif serta penutupan posisi short daripada permintaan spot yang kokoh.

Di sisi lain, sentimen pasar memang mendapat dorongan dari perkembangan regulasi di Amerika Serikat. Para pembuat undang-undang mencapai kompromi terkait regulasi stablecoin dalam Clarity Act, dan harapan atas aturan kripto AS yang lebih jelas ikut mendukung minat investor.

Dukungan sentimen itu muncul di tengah pasar aset digital yang masih sangat peka terhadap kabar kebijakan. Karena itu, setiap sinyal positif dari arah regulasi langsung mendapat respons, termasuk saat bitcoin berhasil menjaga posisinya di atas $80,000 selama dua hari berturut-turut.

Faktor geopolitik juga ikut membentuk cara investor membaca pergerakan aset kripto terbesar di dunia itu. Ketegangan AS-Iran masih menjadi latar yang diperhitungkan pasar, sementara Washington mendorong “Project Freedom” untuk memberi jalur aman bagi kapal netral melalui Selat Hormuz.

Meski tensi regional meningkat, bitcoin justru menunjukkan ketahanan yang kuat. Aset ini disebut mengungguli saham dan emas selama konflik Iran, dengan kenaikan sekitar 20% sejak perang dimulai dan sekitar 30% dari titik terendah Februari di $62,000.

Kinerja bulanan bitcoin juga masih terlihat solid. Pada April, harganya naik 12% dan mencatat kenaikan bulanan terkuat sejak Mei tahun lalu.

Namun, kenaikan itu belum cukup untuk menghapus bayangan level rekor sebelumnya. Bitcoin masih turun sekitar 35% dari rekor Oktober di sekitar $126,000, sehingga setiap lonjakan harga masih dipantau dengan hati-hati oleh pasar.

Situasi tersebut membuat perdebatan di kalangan investor tetap terbuka. Di satu sisi, ada dukungan dari sentimen regulasi dan daya tahan harga di tengah ketegangan geopolitik, tetapi di sisi lain masih ada tanda tanya apakah reli ini benar-benar memiliki pondasi yang cukup kuat untuk berlanjut.

Berita Terbaru