Dalam waktu hanya enam hari setelah rilis, Control, I’m Not Coming Back sudah mengumpulkan hampir 1.400 ulasan di Steam. Dari jumlah itu, 98% di antaranya bernada positif, membuat gim gratis ini langsung menyandang status Overwhelmingly Positive.
Yang menarik, pencapaian itu datang dari sebuah gim yang durasinya sangat singkat. Seluruh pengalaman bermainnya hanya sekitar 45 menit, tetapi justru batasan itu membuat identitasnya terasa kuat dan mudah diingat.
Satu tombol yang hilang jadi inti permainan
Keunikan Control, I’m Not Coming Back ada pada keputusan desain yang tidak biasa. Saat pemain memakai kontrol WASD, tombol S yang biasanya dipakai untuk mundur ternyata tidak tersedia.
Akibatnya, pemain masih bisa bergerak maju dan menggeser arah, tetapi tidak bisa berjalan mundur. Kondisi itu bukan kesalahan teknis, melainkan bagian utama dari cara gim ini dibangun.
Desain tersebut membuat setiap langkah terasa seperti perjalanan satu arah. Seluruh pengalaman bermain ikut menegaskan pesan yang dibawa gim ini sejak awal, yaitu terus melangkah tanpa kembali.
Latar cerita yang sederhana tetapi punya bobot
Gim ini dirilis gratis pada 29 Mei dan menempatkan pemain sebagai kadet muda yang terdampar setelah sebuah kecelakaan. Dari situ, cerita bergerak ke ruang angkasa ketika karakter utama hanyut bersama Voyager 1.
Kehadiran Voyager 1 memberi lapisan emosional tambahan pada gim ini. Probe legendaris yang sejak 1977 terus melaju menjauh tanpa pernah kembali itu selaras dengan gagasan yang diusung permainan.
Hubungan antara judul, mekanik, dan cerita membuat semuanya terasa menyatu. Bukan hanya soal bergerak maju di dalam permainan, tetapi juga tentang menerima bahwa pulang bukan lagi pilihan.
Nuansa lembut dengan sentuhan yang tidak biasa
Secara tampilan dan suasana, gim ini mudah disangka sebagai karya hopecore lain yang lembut dan menenangkan. Namun, Desborde memberi sentuhan berbeda lewat penggunaan suara text-to-speech yang datar.
Jenis suara seperti itu biasanya lebih sering dikaitkan dengan analog horror. Di sini, elemen tersebut justru diolah menjadi sesuatu yang lembut dan menenteramkan.
Perpaduan itu membuat gim ini terasa unik di mata pemain. Banyak ulasan menyoroti pendekatan tersebut sebagai salah satu alasan permainan ini meninggalkan kesan kuat meski durasinya singkat.
Respons cepat dari pemain Steam
Minat terhadap gim ini sebenarnya sudah muncul sebelum perilisan. Teaser yang dibagikan Desborde di TikTok lewat tag hopecore sempat meraih puluhan ribu like.
Momentum itu terus berlanjut setelah gim hadir di Steam. Dalam hitungan hari, ratingnya bertahan di 98% positif dan terus menanjak hingga mendekati 1.400 ulasan dalam enam hari.
Untuk sebuah gim gratis dengan durasi sekitar 45 menit, respons seperti ini tergolong jarang. Control, I’m Not Coming Back menunjukkan bahwa ide yang sangat spesifik tetap bisa menarik perhatian besar jika eksekusinya konsisten.
Meski begitu, permainan ini memang tidak akan cocok untuk semua orang. Sebagian pemain mungkin ingin kebebasan untuk kembali ke tempat semula, sementara gim ini justru mendorong mereka terus maju tanpa jalan pulang.
Source: www.notebookcheck.net