Bitcoin Menguat Ke Puncak 11 Pekan, Harapan Gencatan Senjata Iran Dorong Selera Risiko

Bitcoin kembali menguat dan menarik perhatian pasar setelah menyentuh level tertinggi dalam 11 pekan. Pada perdagangan pagi di New York, aset kripto terbesar itu sempat naik 4,6% hingga menembus $79.171, seiring meningkatnya selera risiko investor.

Arah pergerakan itu tidak berdiri sendiri. Ether juga ikut naik 4,7% ketika pelaku pasar kembali masuk ke aset berisiko, sementara optimisme terhadap perpanjangan gencatan senjata dengan Iran ikut meredakan kekhawatiran yang sempat menekan pasar global.

Sentimen pasar bergeser ke aset berisiko

Penguatan Bitcoin terjadi di tengah reli yang juga terlihat pada pasar saham dan komoditas. Kontrak berjangka indeks S&P 500 naik lebih dari 0,7%, sedangkan Brent crude bergerak sekitar 1,94% dan bertahan di atas $100 per barel.

Pergerakan tersebut menunjukkan pasar merespons positif kabar yang dianggap mampu menurunkan ketegangan di Timur Tengah. Laporan laba korporasi yang kuat juga ikut menjaga suasana pasar tetap konstruktif, sehingga minat terhadap aset spekulatif kembali menguat.

Bitcoin dinilai lebih tahan saat pasar goyah

Di tengah ketidakpastian geopolitik, Bitcoin justru memperlihatkan ketahanan yang relatif lebih baik dibanding beberapa aset lain. Sejak 27 Februari, harga emas batangan turun sekitar 10%, sementara Bitcoin naik lebih dari 15% pada periode yang sama.

Perbandingan itu memperkuat pandangan bahwa investor mulai membaca ulang peran kripto saat sentimen membaik. Caroline Mauron, salah satu pendiri Orbit Markets, mengatakan kripto “telah berada dalam mood bullish dalam beberapa pekan terakhir” dan cenderung mengabaikan kabar buruk.

Area harga yang kini jadi perhatian

Sejumlah pelaku pasar mulai memusatkan perhatian pada batas-batas harga yang bisa menentukan langkah berikutnya. Alex Kuptsikevich dari FxPro menilai area $75.000–$86.000 tidak dipenuhi hambatan teknikal besar, meski Bitcoin masih harus menghadapi moving average 200 hari di sekitar $86.000.

Caroline Mauron juga menilai $75.000 sebagai dukungan yang solid. Ia menambahkan bahwa penembusan bersih di atas $80.000 dapat membuka ruang kenaikan lanjutan, sehingga level itu menjadi titik penting bagi pasar untuk mengukur kekuatan reli.

Dana institusional kembali memberi dukungan

Selain sentimen makro, dorongan lain datang dari aliran dana ke produk investasi kripto di Amerika Serikat. Dalam beberapa pekan terakhir, spot Bitcoin exchange-traded funds atau ETF kembali mencatat masuknya dana investor.

Sebanyak 13 ETF tersebut mencatat lebih dari $250 juta arus masuk bersih sepanjang pekan ini. Pekan sebelumnya, produk yang sama menerima $996,4 juta, yang menandakan minat institusional masih menjadi penopang penting bagi harga.

Joel Kruger dari LMAX Group menilai pasar kini memerhatikan apakah crypto mampu mempertahankan breakout dan membangun momentum lebih lanjut. Ia juga menyoroti pentingnya stabilitas kondisi makro, arus institusional yang konsisten, dan kejelasan regulasi agar reli dapat bertahan lebih lama.

Meski sentimen pasar saat ini terlihat lebih positif, perhatian investor tetap tertuju pada headline geopolitik yang bisa mengubah arah dengan cepat. Selama selera risiko global terjaga dan dana institusional terus mengalir, Bitcoin masih berada di posisi yang menarik untuk mempertahankan momentum di area harga yang kini menjadi pusat pantauan pasar.

Berita Terkait