Bitcoin kembali memperlihatkan pola teknis yang pernah mendahului reli besar, tetapi kali ini konteks pasar jauh lebih rapuh. Harga sempat menembus batas stres P-10, lalu kembali ke atas level itu hanya dalam dua hari.
Market analyst David Eng menilai pergerakan tersebut mirip dengan titik dasar pada March 2023, saat Bitcoin akhirnya naik 238% dalam 12 bulan berikutnya. Namun, ia menekankan bahwa pemulihan kali ini terjadi dengan tekanan yang lebih ringan dan pemulihan yang lebih cepat.
Reclaim yang Lebih Cepat dari 2023
Pada episode March 2023, Bitcoin berada di bawah P-10 selama tiga hari, dengan penembusan terdalam 4,47% dan spot low $20,240. Dalam episode terbaru pada June 2026, Bitcoin hanya berada di bawah P-10 selama dua hari, dengan penetrasi maksimum 3,07% dan spot low $60,859.
Saat Eng mengamati pergerakan itu, harga sudah pulih ke $64,056 dan kembali 1,56% di atas batas P-10. Ia menggambarkan kondisi tersebut sebagai “short breach, shallow stress, fast reclaim” untuk menandai bahwa tekanan jual kali ini tampak lebih cepat diserap pasar.
Bagi Eng, pelanggaran yang lebih dangkal dan pemulihan yang lebih cepat mengindikasikan permintaan dasar menyerap penurunan dengan lebih efisien dibandingkan 2023. Meski begitu, pola teknis itu belum otomatis menjamin hasil yang sama seperti reli sebelumnya.
Permintaan Spot Masih Rapuh
Di sisi lain, data onchain memberi sinyal yang lebih hati-hati. CryptoQuant analyst Darkfost menyebut permintaan spot masih lemah dan makin bergantung pada dua sumber institusional utama, yaitu Strategy dan Bitcoin ETFs.
Masalahnya, kedua kanal itu justru sedang sama-sama menyusut. Strategy, kendaraan akumulasi Bitcoin milik Michael Saylor, memangkas laju pembelian secara signifikan dan baru-baru ini menyelesaikan penjualan Bitcoin keduanya sejak memulai strategi akumulasi.
Bitcoin ETFs pun mengalami tekanan serupa. Setelah sempat menyerap ratusan ribu Bitcoin usai disetujui pada January 2024, produk itu kini mencatat arus keluar dalam beberapa pekan beruntun.
Darkfost mengatakan pertumbuhan permintaan bersih rata-rata 30 hari telah berubah negatif dan mencapai sekitar minus 66,000 Bitcoin. Kondisi ini membuat dasar permintaan terlihat jauh lebih lemah dibandingkan fase akumulasi yang pernah terjadi sebelumnya.
Mengapa Pola Ini Belum Bisa Disamakan
Perbandingan dengan March 2023 memang menarik, tetapi konteksnya tidak sepenuhnya sama. Saat itu, reclaim P-10 terjadi bersamaan dengan fase akumulasi awal setelah kejatuhan FTX dan periode penjualan berkepanjangan dari holder yang tertekan.
Kombinasi kondisi tersebut memberi fondasi yang lebih kuat bagi reli 238% yang dirujuk Eng. Pada episode sekarang, reclaim terjadi di tengah gambaran permintaan yang jauh lebih rapuh dan belum menunjukkan dorongan bersih yang meyakinkan.
ETF outflows, pembelian korporasi yang menurun, dan pertumbuhan permintaan 30 hari yang negatif membuat pemulihan Bitcoin bertumpu pada pembacaan pola teknis semata. Pasar kini masih harus membuktikan apakah pembeli yang diperlukan untuk mempertahankan dasar harga benar-benar siap masuk.
