Bitcoin bertahan di sekitar $64.700 pada perdagangan Senin dan hanya naik 0,8% dalam sehari, meski tekanan dari kebijakan moneter Federal Reserve kembali menguat. Harga itu masih turun sekitar 13% dalam sebulan dan hampir 50% di bawah rekor $126.080 yang tercatat pada Oktober, menurut data CoinGecko.
Arus dana belum memberi tanda pemulihan
Dean Chen, analis di Bitunix, menilai pergerakan Bitcoin saat ini lebih mirip kebuntuan daripada tren yang jelas. Ia menyoroti arus ETF yang masih menunjukkan distribusi, dengan dana AS kehilangan sekitar $90,7 juta pada 18 Juni dan sekitar $4 miliar selama sebulan terakhir.
Menurut data SoSoValue, laju mingguan itu memang sudah mendingin menjadi beberapa ratus juta dolar. Namun, Bitcoin belum jatuh lebih dalam dan justru terus bergerak dalam kisaran sempit saat pasar derivatif menjalani deleveraging.
Pasar melihat penjual mulai lelah
James Butterfill, kepala riset di CoinShares, mengatakan kripto terbukti “lebih tahan dari yang diperkirakan” saat Kevin Warsh memulai masa jabatannya sebagai Ketua Fed dengan nada hawkish. Bitcoin hanya turun 1,6%, lebih kecil dibanding penurunan S&P 500 sebesar 1,2% dan Nasdaq sebesar 1,3%.
Butterfill menilai aksi harga itu memang belum kuat secara absolut, tetapi tetap lebih kokoh dari yang banyak diperkirakan. Ia juga menyebut ekspektasi suku bunga riil yang lebih tinggi masih menjadi hambatan bagi aset yang sensitif terhadap likuiditas.
Belum ada pembeli yang benar-benar kembali
Tim Sun, peneliti senior di HashKey, menilai respons Bitcoin yang lemah terhadap debut Warsh menunjukkan tekanan jual mulai habis, bukan tanda permintaan sudah pulih. Menurut dia, pasar masih membangun ulang cara membaca Fed setelah Warsh menarik diri dari panduan ke depan.
Agar reli berubah menjadi tren, Sun menilai perlu dua syarat yang bergerak bersama, yakni kembalinya selera risiko dan dukungan dari imbal hasil Treasury tenor panjang. Ia juga melihat Bitcoin kembali diperdagangkan sebagai aset likuiditas makro, sehingga arus ETF, harga minyak, dan imbal hasil Treasury jangka panjang menjadi variabel utama yang perlu diawasi.
Peta likuidasi masih condong ke bawah
Chen mencatat peta likuidasi yang masih berat di sisi bawah. Sekitar $1,3 miliar likuidasi long terkonsentrasi di dekat $61.900, sementara sekitar $870 juta likuidasi short berada di sekitar $64.800.
Menurut dia, fakta bahwa harga tidak jatuh ke area itu menunjukkan adanya kekuatan penyangga yang menyerap volatilitas. Ia menyebut posisi “smart money” saat ini netral dan menilai Bitcoin sedang berada dalam fase redistribusi yang digerakkan oleh rentang perdagangan.
Katalis baru masih menunggu waktu
Stephen Wundke, strategy and revenue director di Algoz Technologies, melihat pemicu berikutnya mungkin baru muncul dalam hitungan minggu. Ia menyoroti pemungutan suara U.S. Clarity Act yang ditargetkan pada 4 Juli, dengan risiko tertundanya rancangan aturan struktur pasar ke kuartal keempat jika jadwal meleset.
Wundke juga menyinggung inflasi AS yang ia perkirakan baru mendingin dua hingga tiga bulan setelah gencatan senjata Iran mulai berdampak ke ekonomi. Di saat yang sama, menurut perhitungannya, permintaan ETF berbalik dari lebih dari $20 miliar arus masuk pada 2025 menjadi $3,2 miliar arus keluar pada 2026.
Dalam hitungannya, Bitcoin turun sekitar 26% sepanjang tahun ini dan sekeranjang token utama turun hampir 50%. Ia menyebut kondisi saat ini mungkin sudah mendekati dasar, tetapi pasar masih bisa bergerak naik-turun di area itu untuk sementara waktu.
Pemegang Bitcoin belum sepenuhnya keluar
Di sisi lain, tidak semua data menunjukkan pelarian dari aset ini. Dalam 90 hari terakhir, Bitcoin menjadi tujuan swap terbesar di Chainflip dengan volume $239 juta, menurut Peter Smedas selaku marketing lead protocol tersebut.
Smedas mengatakan para pemegang koin juga makin sering meminjam dengan jaminan Bitcoin ketimbang menjualnya. Menurut dia, tema yang berulang dalam pertemuan para pemegang Bitcoin di BTC Prague adalah keinginan untuk mendapatkan likuiditas dari BTC, bukan keluar dari aset itu.
Pasar juga masih menghadapi ujian jangka pendek yang bisa memicu volatilitas baru. Wundke menyoroti kedaluwarsa opsi Bitcoin senilai $10,9 miliar pada Jumat, sementara pasar prediksi Myriad menempatkan peluang penurunan ke $55.000 di level 70%, naik 5% dari pekan sebelumnya.







