Anthropic dan OpenAI semakin diuntungkan dalam perebutan talenta AI terbaik di Silicon Valley. Dalam beberapa hari terakhir, dua nama penting dari Google DeepMind tercatat memilih jalur baru, dan langkah itu memperlihatkan betapa ketatnya persaingan merekrut peneliti papan atas.
John Jumper, salah satu tokoh paling berpengaruh di Google DeepMind, memilih pindah ke Anthropic setelah hampir sembilan tahun bekerja di sana. Keputusan ini memantik perhatian besar karena ia bukan sekadar peneliti senior, melainkan sosok di balik salah satu terobosan paling penting dalam sains komputasi modern.
Nama besar yang ikut berpindah
Jumper dikenal sebagai co-creator AlphaFold, sistem yang mampu memprediksi lebih dari 200 juta struktur protein dan membantu mempercepat riset medis serta biologis. Pada 2024, ia juga meraih Nobel bersama CEO Google DeepMind, Demis Hassabis, sehingga kepergiannya dari Google punya bobot simbolis yang besar.
Dalam unggahan di X, Jumper menyampaikan bahwa ia meninggalkan Google DeepMind untuk bergabung ke Anthropic. Berdasarkan laman LinkedIn miliknya, ia sebelumnya menjabat sebagai VP, Engineering Fellow, di Google DeepMind sebelum mengambil langkah tersebut.
Kepergian Jumper terjadi tak lama setelah Noam Shazeer, VP Engineering Google sekaligus co-lead model Gemini AI, juga menyatakan rencananya meninggalkan Google untuk bergabung ke OpenAI. Rangkaian perpindahan ini membuat sorotan terhadap retensi talenta elite Google semakin tajam.
Mengapa startup justru lebih menarik
Analis D.A. Davidson, Gil Luria, menilai permintaan terhadap talenta riset AI saat ini sangat tinggi. Menurut dia, laboratorium riset terdepan bersedia melakukan apa pun untuk menambah tenaga ahli mereka.
Luria juga menilai kondisi itu memberi keuntungan bagi OpenAI dan Anthropic dibanding perusahaan besar seperti Google. Kedua startup tersebut dinilai mampu menawarkan birokrasi yang lebih sedikit dan fokus yang lebih tajam pada pengembangan superintelijen.
Anthropic sendiri tengah berada dalam fase penting dan disebut terlibat dalam pertempuran hukum serta regulasi berisiko tinggi dengan pemerintah AS. Meski begitu, perusahaan itu tetap berhasil menarik nama besar dari Google DeepMind, sesuatu yang menegaskan daya tariknya di pasar perekrutan AI.
Tekanan untuk Google DeepMind makin besar
Google DeepMind masih mendapat pengakuan atas kontribusi Jumper dalam memajukan sains dan AI, tetapi dinamika terbaru menunjukkan tantangan yang lebih besar bagi perusahaan itu. Ketika talenta paling berpengaruh mulai bergerak ke startup pesaing, tekanan untuk mempertahankan peneliti inti ikut meningkat.
Juru bicara Google DeepMind menyampaikan apresiasi atas kontribusi signifikan John terhadap pekerjaan perusahaan. Dalam unggahan X-nya, Jumper juga menyebut Google DeepMind sebagai “tempat yang istimewa” dan mengatakan dirinya tetap tertarik pada penemuan masa depan di sana.
Anthropic dijadwalkan menggelar acara sains pada 30 Juni mendatang, di tengah perhatian yang terus meningkat terhadap pergeseran talenta AI dari perusahaan besar ke startup. Perpindahan nama-nama seperti Jumper menunjukkan bahwa persaingan AI kini tidak hanya terjadi di laboratorium, tetapi juga di meja perekrutan yang sangat agresif.
Source: www.cnbcindonesia.com






