Bitcoin Tahan Guncangan Iran, Pasar Malah Menilai Sinyalnya Makin Menarik

Author: Redaksi Android62

Bitcoin menunjukkan ketahanan yang tidak banyak diperkirakan di tengah kepanikan pasar akibat ketegangan baru antara Amerika Serikat dan Iran. Meski tekanan jual meningkat, harganya tidak ambruk lebih dalam dan justru memunculkan pembacaan baru dari sejumlah pelaku pasar.

Di tengah gejolak itu, Bitcoin sempat mencoba menembus $60,000 sebelum turun di bawah $59,000. Pergerakan ini terjadi saat Ethereum berada di kisaran $1,500, sementara Dogecoin dan XRP ikut melemah di zona merah.

Tekanan pasar belum mereda

Data Coinglass mencatat lebih dari $180 juta posisi dilikuidasi dari pasar kripto dalam 24 jam terakhir. Sebagian besar likuidasi tersebut berasal dari posisi long, menandakan banyak trader yang terjebak saat harga berbalik turun.

Kapitalisasi pasar kripto global juga ikut tergerus 3.38% dalam 24 jam menjadi $2.02 triliun. Dalam waktu yang sama, Crypto Fear & Greed Index masuk ke kondisi “Extreme Fear”, sementara open interest Bitcoin turun 0.69%.

Indikator Perubahan Catatan
Likuidasi pasar kripto Lebih dari $180 juta Mayoritas dari posisi long
Kapitalisasi pasar kripto global Turun 3.38% Menjadi $2.02 triliun
Open interest Bitcoin Turun 0.69% Dalam 24 jam
Crypto Fear & Greed Index Extreme Fear Sentimen pasar memburuk

Meski sentimen luas memburuk, respons sebagian trader justru tidak sepenuhnya defensif. Di Binance, trader ritel dan whale disebut meningkatkan eksposur long, walaupun smart money masih berada pada sentimen yang sangat bearish.

Fokus pasar bergeser ke Timur Tengah

Kabar dari Timur Tengah menjadi pemicu utama pergolakan pasar pada akhir pekan. Amerika Serikat dan Iran saling baku tembak setelah dugaan pelanggaran gencatan senjata di Selat Hormuz, jalur penting pengiriman minyak dunia.

Seorang pejabat pemerintahan Trump kemudian dilaporkan mengatakan kedua pihak akan “stand down for now” dan membiarkan kapal bergerak bebas di titik pengiriman minyak yang krusial itu. Kabar tersebut ikut mendorong futures saham bergerak naik pada Minggu malam.

Dow Jones Industrial Average Futures naik 147 poin atau 0.29% pada pukul 8:45 p.m. EDT. S&P 500 Futures naik 0.40%, sedangkan Nasdaq 100 Futures menguat 0.19%.

Bitcoin dinilai mengirim sinyal yang tidak biasa

Popular cryptocurrency commentator Michaël van de Poppe menyoroti pergerakan Bitcoin jika mampu kembali menembus $61,000. Menurut dia, skenario itu akan memperkuat tesis bullish divergence dan membuka target lanjutan di $65,000.

Yang menarik bagi van de Poppe bukan hanya kemungkinan pemulihan harga. Ia menilai Bitcoin tidak jatuh lebih dalam meski kepanikan sedang tinggi, dan justru ketahanan itu menjadi sinyal yang “pretty interesting” untuk BTC.

Ethereum masih tertekan aksi jual whale

Di sisi lain, Ethereum menghadapi tekanan tambahan dari distribusi besar pemegang besar. Ali Martinez menyebut whale telah menjual sekitar 550,000 ETH dalam sepekan, setara kurang lebih $880 juta dalam tekanan pasokan jual ke pasar.

Martinez mengatakan aksi jual itu mendorong ETH turun di bawah support penting $1,633. Jika pola distribusi berlanjut pekan depan, ia melihat area demand ber-volume tinggi di $1,237 dan $1,089 sebagai target berikutnya.

Altcoin utama belum menunjukkan kekuatan

Dogecoin dan XRP juga belum mampu keluar dari tekanan pasar yang lebih luas. Keduanya bergerak di zona merah seiring kondisi kripto yang masih rapuh.

Secara intraday, Ethereum menjadi salah satu aset yang paling diperhatikan karena volume perdagangannya naik 10% dalam 24 jam terakhir, meski harga masih tertahan di sekitar $1,500. Di daftar penguat 24 jam untuk kapitalisasi pasar di atas $100 juta, token seperti ETHGAS, Velvet, dan Solstice justru muncul sebagai penggerak yang menonjol.

Berita Terbaru