Bitcoin kembali berada di bawah tekanan saat pasar saham teknologi di Wall Street melemah. Dalam perdagangan awal di Amerika Serikat, aset kripto terbesar itu sempat menguji level terendah dua pekan di $62.000 dan terkoreksi 4% dalam sehari menurut data CoinGecko.
Pergerakan tersebut terjadi di tengah perubahan selera risiko yang lebih luas di pasar. Ethereum, XRP, dan Solana ikut tertekan lebih dalam, masing-masing turun setidaknya 5% pada periode yang sama.
Gelombang jual di sektor teknologi
Kelemahan kripto bergerak searah dengan pelemahan di pasar saham. Nasdaq yang sarat emiten teknologi berada di jalur koreksi 1,6%, terbebani oleh produsen chip seperti Micron Technology dan SanSanDisk.
Pelemahan juga lebih dulu terlihat di Asia pada sesi sebelumnya. Indeks di Korea Selatan dan Jepang ikut turun, dengan tekanan dipimpin nama-nama yang selama ini menjadi bagian dari euforia saham teknologi.
Ekspektasi suku bunga menahan aset berisiko
Gerry O’Shea, head of global market insights di Hashdex, mengatakan pasar kini memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga acuan ke kisaran 3,75% hingga 4% pada Juli. Ia menilai Bitcoin kemungkinan tetap bergerak di rentang $60.000 hingga $70.000.
O’Shea menambahkan bahwa lingkungan yang hawkish berpotensi menekan harga jangka pendek untuk kripto dan aset berisiko lain. Bank of America juga mulai memproyeksikan tiga kali kenaikan suku bunga tahun ini, yang akan membawa target ke 4,25% hingga 4,5% pada akhir tahun.
Sinyal yang masih bercampur dari pasar kripto
Meski harga sedang lesu, posisi di pasar derivatif belum sepenuhnya kehilangan optimisme. Glassnode pada Selasa menyebut posisi di Hyperliquid menjadi “progressively more bullish” seiring meningkatnya taruhan bullish pada Bitcoin.
Di sisi lain, pasar kripto masih menunggu katalis yang dapat memulihkan momentum. O’Shea menilai de-eskalasi lanjutan melalui memorandum of understanding antara AS dan Iran, serta Clarity Act, bisa menjadi pemicu penting bagi pasar tahun ini.
Namun, ruang waktu untuk pembahasan legislasi itu semakin sempit. Para pembuat kebijakan masih berupaya menyelesaikan rancangan aturan yang dinilai dapat memberi legitimasi lebih besar bagi industri kripto dan memperjelas batas kewenangan regulator, sebelum perhatian politik tersedot ke pemilu paruh waktu yang makin dekat.
Perdebatan itu juga belum rampung meski pembahasan telah berlangsung berbulan-bulan. Jika Clarity Act tidak lolos sebelum Agustus, para pendukungnya menilai prospeknya bisa tenggelam lebih jauh.







