SK Hynix kini menjadi perusahaan paling bernilai di Korea Selatan setelah nilai pasarnya melampaui Samsung Electronics. Pergeseran ini menjadi salah satu perubahan paling mencolok di industri teknologi negara itu, karena Samsung telah memegang posisi teratas sejak 2000.
Lonjakan itu dipicu permintaan high-bandwidth memory atau HBM yang melesat seiring ledakan pengembangan AI. Dalam situasi ini, SK Hynix tampil sebagai salah satu penerima manfaat terbesar dan menarik perhatian besar dari investor global.
HBM mengangkat posisi SK Hynix
Pasar memori berperforma tinggi kini menjadi titik paling panas dalam persaingan semikonduktor. SK Hynix bersaing langsung dengan Samsung dan Micron dari Amerika Serikat sebagai tiga pemain besar di segmen HBM.
Kinerja saham SK Hynix ikut mencerminkan perubahan itu. Sepanjang tahun ini, saham perusahaan tersebut melonjak lebih dari 340% dan mendorong kapitalisasi pasarnya melampaui Samsung Electronics serta Micron.
Pada perdagangan terbaru yang disebutkan, saham SK Hynix kembali naik 5,6%. Kenaikan harian itu membawa kapitalisasi pasarnya menjadi $1.35 trillion, sedikit di atas Samsung Electronics.
Samsung belum benar-benar tersingkir
Meski SK Hynix sempat berada di atas Samsung Electronics berdasarkan saham biasa, Samsung menegaskan bahwa nilai pasar total perusahaan seharusnya juga memasukkan saham preferen. Menurut perhitungan Samsung, kapitalisasi pasar totalnya pada penutupan hari yang sama mencapai sekitar $1.47 trillion.
Perbedaan cara menghitung ini membuat persaingan di puncak tetap terbuka. Selisih keduanya masih sangat dipengaruhi pergerakan harga saham harian dan metode penilaian yang digunakan.
Namun, momen ini tetap penting karena Samsung sudah bertahan di posisi teratas selama lebih dari dua dekade. Dorongan dari boom AI kini memaksa peta kekuatan lama di sektor chip Korea Selatan berubah lebih cepat dari yang diperkirakan.
Dari nyaris dijual ke Micron
Perjalanan SK Hynix juga menunjukkan betapa drastisnya perubahan nasib perusahaan chip. Dua dekade lalu, keberlangsungan perusahaan sempat diragukan karena terbebani utang yang berat.
Pada 2002, saat masih bernama Hynix Semiconductor dan belum diakuisisi SK Group, perusahaan itu bahkan nyaris dijual ke Micron. Kini, situasinya berbalik total karena SK Hynix justru berdiri di depan dua nama besar dalam bisnis HBM.
Perubahan ini menegaskan bahwa industri semikonduktor bisa bergeser sangat cepat ketika kebutuhan pasar berubah. Dalam fase sekarang, komputasi AI membuat memori canggih memiliki nilai strategis yang jauh lebih tinggi.
Investor memburu pemain yang siap melayani AI
Pasar kini memberi premi tinggi kepada perusahaan yang dianggap paling siap memenuhi kebutuhan memori untuk AI. Karena berada di posisi kuat pada HBM, SK Hynix menikmati minat investor yang melonjak tajam.
Samsung tetap menjadi raksasa teknologi Korea Selatan dan belum kehilangan skala bisnisnya. Tetapi kenaikan SK Hynix memperlihatkan bahwa dominasi lama tidak lagi sepenuhnya aman ketika sebuah segmen seperti HBM menjadi pusat perhatian pasar.
Bagi industri chip Korea Selatan, pergeseran ini menandai babak baru yang sulit diabaikan. Dari perusahaan yang pernah hampir dijual karena tekanan keuangan, SK Hynix kini menjadi simbol bagaimana ledakan AI dapat mendorong satu pemain chip ke puncak valuasi nasional.
Source: www.sammobile.com






