BKSDA Selidiki Tiga Satwa Dilindungi Mati Di Mukomuko, Dua Gajah Dan Seekor Harimau Sumatra

Author: Redaksi Android62

BKSDA Bengkulu masih memeriksa rangkaian temuan satwa liar mati di Kabupaten Mukomuko. Dalam penanganan terbaru, tim juga disiapkan untuk melakukan nekropsi terhadap harimau Sumatra yang ditemukan mati di aliran sungai wilayah SP 4, Desa Bukit Makmur, Kecamatan Penarik.

Kepala BKSDA Bengkulu Agung Nugroho mengatakan informasi awal dari warga masih terus diklarifikasi oleh tim di lapangan. Sejauh ini, laporan detail belum lengkap sehingga penyebab kematian satwa tersebut belum bisa dipastikan.

Kepala Seksi Wilayah I BKSDA, Said Jauhari, menyebut data penting yang masih dicari antara lain jenis kelamin, titik pasti lokasi, dan penyebab kematian harimau itu. Karena itu, hasil akhir belum diumumkan dan pemeriksaan masih berlangsung.

Tim yang diturunkan ke lokasi berjumlah lima orang, termasuk personel Resor Mukomuko dan dokter hewan di Puskesmas Ipuh, Kabupaten Mukomuko. Mereka bergerak untuk memastikan kondisi lapangan sekaligus menyiapkan langkah penanganan terhadap satwa liar dilindungi itu.

Harimau di aliran sungai, gajah di kawasan konsesi

Temuan harimau Sumatra mati itu berada di wilayah yang sama dengan lokasi dua gajah Sumatra yang sebelumnya ditemukan mati misterius. Dua gajah tersebut dilaporkan warga kepada BKSDA Bengkulu pada 29 April 2026.

Lokasi temuan dua gajah itu berada di wilayah konsesi PT Bentara Agra Timber atau BAT, di kawasan Hutan Produksi Air Teramang. Pada 30 April, tim BKSDA Bengkulu bersama dokter hewan diberangkatkan ke lokasi untuk verifikasi dan penanganan awal, termasuk persiapan nekropsi.

Konfirmasi visual menunjukkan dua gajah itu terdiri dari satu individu dewasa dan satu anakan. Keduanya diduga induk dan anak karena posisinya berdekatan, sementara gading kedua satwa masih utuh.

Penyebab kematian dua gajah Sumatra itu juga belum diketahui. Hasil nekropsi dan analisis laboratorium masih dinanti untuk memberi gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi satwa tersebut.

Pada 1 Mei, tim gabungan sudah berada di lokasi untuk melaksanakan prosedur nekropsi sesuai standar penanganan satwa liar dilindungi. Tim itu terdiri dari unsur BKSDA Bengkulu, Gakkum Kehutanan Wilayah Sumatera, Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat, dan kepolisian.

Pemeriksaan masih berjalan

Rangkaian temuan ini membuat perhatian tertuju pada kondisi satwa liar di Bengkulu, terutama di Mukomuko dan kawasan hutan sekitarnya. Hingga kini, BKSDA belum menyampaikan hasil akhir karena proses pemeriksaan dan pengumpulan data masih berjalan.

Penanganan dilakukan hati-hati mengingat satwa yang ditemukan merupakan satwa liar dilindungi. Di lapangan, tim masih memastikan detail kematian masing-masing satwa sebelum ada kesimpulan resmi dari aparat konservasi.

Source: www.cnbcindonesia.com
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru