Blibli memberi jalur yang lebih mudah bagi masyarakat untuk membuang gadget bekas lewat program Gadget for Good. Perangkat elektronik yang sudah tidak terpakai kini bisa disetor sepanjang tahun, sehingga e-waste tidak lagi bergantung pada momen kampanye lingkungan tertentu.
Langkah ini membuat pengelolaan limbah elektronik masuk ke rutinitas operasional Blibli. Di tengah meningkatnya penggunaan perangkat digital, perusahaan mendorong kebiasaan membuang barang elektronik secara lebih bertanggung jawab agar tidak berakhir sembarangan.
Drop box tersedia sepanjang tahun
Salah satu fasilitas yang disiapkan Blibli adalah drop box untuk menampung limbah elektronik. Titik pengumpulan ini bisa dimanfaatkan sepanjang tahun di lima gerai Blibli Store.
Lokasinya berada di Central Park, Gandaria City, Bintaro Jaya Xchange Mall, Lippo Mall Puri, dan AEON Mall Sentul. Kehadiran lokasi tetap di pusat aktivitas publik memberi kemudahan bagi masyarakat yang ingin menyerahkan perangkat lama tanpa harus menunggu agenda khusus.
Dengan sistem ini, e-waste bisa disalurkan secara lebih aman dan lebih dekat dengan aktivitas harian. Cara tersebut juga membantu mengurangi risiko pembuangan barang elektronik secara sembarangan.
Jenis barang yang paling sering masuk
Data dari Blibli menunjukkan bahwa tiga barang yang paling banyak dikumpulkan dalam program ini adalah charger handphone, mouse, dan powerbank. Temuan ini memperlihatkan bahwa limbah elektronik kecil yang sering dipakai sehari-hari juga ikut menyumbang persoalan e-waste.
Rata-rata volume e-waste yang terkumpul pun meningkat 54 persen. Angka itu naik dari 1,5 item per hari pada Desember 2025 menjadi 2,4 item per hari pada kuartal pertama 2026.
Kenaikan tersebut menunjukkan adanya pertumbuhan kesadaran masyarakat untuk menyalurkan perangkat elektronik bekas ke jalur yang tepat. Langkah sederhana seperti ini menjadi salah satu cara untuk menekan potensi pencemaran lingkungan dari pembuangan yang tidak terkelola.
Keberlanjutan dijalankan setiap hari
Head of ESG Blibli, Ignacia Chiara Irawan, menegaskan bahwa sustainability dijalankan setiap hari dan tidak hanya muncul saat momen tertentu seperti Earth Day. Pernyataan itu menggambarkan bahwa Blibli ingin menjadikan keberlanjutan sebagai bagian dari kebiasaan kerja, bukan sekadar kampanye musiman.
Pendekatan tersebut juga memperlihatkan perubahan cara pandang terhadap pengelolaan limbah. Jika sebelumnya pengumpulan e-waste sering dikaitkan dengan acara sesaat, kini pengelolaannya diarahkan agar menjadi praktik yang berjalan terus-menerus.
Blibli menempatkan keberlanjutan sebagai bagian dari operasional bisnis sehari-hari. Karena itu, program pengumpulan limbah elektronik tidak diposisikan sebagai kegiatan insidental, melainkan sebagai layanan yang terus terbuka bagi masyarakat.
Program diperluas lewat kanal lain
Selain Gadget for Good, Blibli juga menjalankan Take Back Packaging dan E-Waste Collection. Dua program ini memperluas akses masyarakat terhadap pengelolaan limbah yang lebih bertanggung jawab.
Pengembangan program akan dilakukan bertahap melalui penambahan titik layanan dan kolaborasi dengan mitra lain. Blibli menilai ekosistem sirkular hanya bisa terbentuk jika ada konsistensi dan kerja sama multipihak.
Perluasan juga hadir di ruang publik melalui e-waste collection point di Eternity Privilege, Lantai 2 AEON Mall Sentul City, yang berlangsung pada 14 April hingga 3 Mei 2026. Kehadiran titik ini menunjukkan bahwa pengelolaan limbah elektronik terus didorong agar semakin dekat dengan kegiatan masyarakat sehari-hari.
Bagi masyarakat yang ingin mulai menjalankan gaya hidup lebih eco-conscious, Blibli juga menyediakan inspirasi dan tips keberlanjutan melalui akun Instagram resmi @langkah_membumi. Kanal tersebut melengkapi upaya edukasi publik agar kebiasaan mengelola e-waste bisa tumbuh lebih luas.
Source: www.idntimes.com






