Sebuah batang besi panjang dapat menembus sisi blok mesin hingga ke bagian tengah, menandakan kerusakan ekstrem pada mobil lelang yang dibeli mekanik Eric. Saat bak oli dibuka, bagian bawah mesin juga dipenuhi serpihan logam dari komponen internal yang hancur.
Temuan tersebut mengakhiri harapan Eric mendapatkan proyek mobil berbiaya rendah. Mobil itu tampak menarik di awal karena menggunakan mesin turbo dari Mitsubishi Lancer Evolution Evo X, tetapi kondisi aktualnya jauh dari layak pakai.
Kerusakan Berasal dari Komponen Internal
Eric, mekanik di balik kanal YouTube I Do Cars, menemukan dua lubang besar pada blok mesin setelah pembongkaran dilakukan. Lubang itu diduga muncul ketika komponen internal lepas dan menghantam dinding blok saat mesin berputar.
Ia menilai kegagalan tersebut berkaitan dengan tekanan turbo yang ditingkatkan secara berlebihan atau overboost. Tekanan pembakaran yang terlalu tinggi diduga membuat batang penghubung piston atau stang seher pada dua silinder tengah membengkok.
Stang seher yang berubah bentuk tidak lagi bergerak pada jalur normalnya di dalam mesin. Piston kemudian berpotensi menghantam counterweight pada poros engkol atau crankshaft.
Dalam video pembongkarannya, Eric menjelaskan tahapan kerusakan itu. “Begitu stang seher mulai bengkok, ia akan terus membengkok sampai akhirnya piston menghantam counterweight pada poros engkol (crankshaft).”
Benturan tersebut dapat membuat wrist pin terlepas, lalu membuat stang seher bergerak liar di ruang mesin. Pada putaran tinggi, pecahan komponen itu dapat menghancurkan dinding blok dari dalam.
Mobil Lelang dengan Mesin yang Tidak Biasa
Unit yang dibeli melalui balai lelang Copart itu adalah Mitsubishi Lancer Ralliart keluaran 2010. Model Ralliart dikenal sebagai alternatif yang lebih terjangkau dibandingkan Lancer Evolution.
Namun, pemeriksaan di bengkel Eric di Missouri memperlihatkan mesin yang terpasang bukan mesin bawaan Ralliart. Di ruang mesin terdapat unit 4B11T 2,0 liter turbo yang disebut berasal dari Mitsubishi Lancer Evolution Evo X 2008.
| Model | Tahun | Mesin | Tenaga Bawaan |
|---|---|---|---|
| Mitsubishi Lancer Ralliart | 2010 | Tidak disebutkan | 237 daya kuda |
| Mitsubishi Lancer Evolution Evo X | 2008 | 4B11T 2,0 liter turbo | 291 daya kuda |
Di atas kertas, penggunaan mesin Evo X membuat mobil tersebut tampak lebih menjanjikan karena tenaga bawaannya lebih besar. Pihak lelang juga sempat menyatakan kendaraan berstatus start and run, yang berarti mesinnya dapat dinyalakan dan berputar ketika masuk penampungan.
Riwayat Rekondisi Dipertanyakan
Menurut laporan flotim.pikiran-rakyat.com, pembongkaran turut memperlihatkan adanya beberapa komponen aftermarket bernilai mahal. Akan tetapi, pengerjaan yang terlihat kasar dan serpihan besi yang diduga tidak dibersihkan memunculkan pertanyaan tentang riwayat perakitannya.
Eric menduga mesin tersebut pernah mengalami kerusakan berat sekitar 2022 atau 2023 sebelum dipindahkan ke bengkel lain untuk direkondisi. Dugaan itu didasarkan pada kondisi komponen yang ditemukan, bukan catatan perbaikan yang tersedia.
“Saya pikir mesin ini sempat meledak, terkunci, atau rusak sekitar tahun 2022 atau 2023 di bengkel teman saya, lalu dipindah ke bengkel lain dan di-‘rekondisi’ secara asal-asalan,” ujar Eric. Kerusakan pada bagian bawah mesin membuat blok serta sejumlah komponen internal tidak lagi dapat digunakan.
Meski demikian, kepala silinder masih berpotensi diselamatkan dan dijual kembali untuk membantu menutup biaya pembelian. Kasus ini memperlihatkan bahwa mobil proyek murah tetap menyimpan risiko besar ketika riwayat modifikasi serta perbaikannya tidak diketahui secara lengkap.
