BMW M2 xDrive Makin Lengket Di Aspal, Tetap Bisa Dibuat Buas Di Belakang

BMW memberi pendekatan yang tidak biasa untuk M2 terbaru. Coupe performa ini kini tersedia dengan penggerak all-wheel drive, tetapi karakter utamanya tidak dibelokkan menjadi mobil yang terlalu jinak.

Nama yang dipakai adalah 2027 BMW M2 xDrive, dan fokusnya jelas: menambah traksi tanpa menghapus rasa liar yang selama ini melekat pada M2. BMW juga menempatkannya sebagai pilihan untuk pembeli yang menginginkan performa tinggi di segala musim.

Tetap berwatak belakang

Sistem M xDrive di M2 xDrive bekerja dengan kopling multiplat yang dikontrol elektronik di transfer case. Tugasnya membagi tenaga antara gardan depan dan belakang, namun setelannya tetap rear-drive-biased.

Dalam kondisi normal, tenaga lebih dulu dikirim ke roda belakang. Tenaga ke roda depan baru ikut mengalir saat sistem mendeteksi slip yang cukup.

BMW tidak hanya mengandalkan sistem penggerak itu sendiri. Active M Differential, traction control khusus M, dan software Dynamic Stability Control juga ikut dipadukan untuk menjaga respons mobil tetap dekat dengan masukan pengemudi.

Masih bisa dibuat liar

Bagi pengemudi yang masih menginginkan sensasi khas penggerak belakang, BMW tetap memberi ruang lewat menu M Setup. Dari sana, M2 xDrive bisa diatur ke mode rear-drive dengan stability control dimatikan.

Saat mode itu dipilih, seluruh tenaga tetap mengalir ke belakang. Hasilnya adalah karakter throttle-oversteer yang lebih hidup dan lebih dekat ke rasa mobil sport tradisional.

Menu yang sama juga memberi kesempatan untuk menyesuaikan banyak karakter lain dari sistem M xDrive. Artinya, pengemudi bisa memberi sentuhan personal pada perilaku mobil sesuai kebutuhan.

Mesin lebih kuat dan akselerasi lebih cepat

Di balik kap mesin, M2 xDrive membawa mesin 3.0-liter twin-turbo inline-six dengan tenaga 473 hp. Tenaga itu disalurkan melalui transmisi M Steptronic delapan percepatan.

Dengan paket tersebut, mobil ini mampu berlari ke 60 mph dalam 3,6 detik. Catatan itu sekitar 0,3 detik lebih cepat dibanding versi penggerak roda belakang, berkat traksi awal yang lebih baik.

Kecepatan puncak standarnya berada di 155 mph. Jika memakai optional M Driver’s Package, angkanya naik menjadi 177 mph.

Perubahan pada sasis, rem, dan ban

BMW juga menyesuaikan bagian bawah mobil agar kemampuan tambahan dari AWD tetap terkontrol. M2 xDrive memakai pelek 19×9,5 inci di depan dan 20×10,5 inci di belakang sebagai perlengkapan standar.

Mobil ini juga bisa dipilih dengan ban khusus lintasan. Untuk pengereman, BMW memasang kaliper depan enam piston dan kaliper belakang single-piston.

Keduanya dipasangkan dengan M Compound pads dan rotors. Kombinasi ini dipakai untuk membantu menahan tenaga mobil saat dipacu lebih keras.

Jadwal produksi dan harga

BMW menjadwalkan M2 xDrive masuk produksi pada Agustus 2026. Mobil ini akan diimpor ke Amerika Serikat dari BMW San Luis Potosí di Meksiko.

Harga awalnya ditetapkan $74,950. Satu hal yang mungkin mengecewakan sebagian puris adalah pilihan transmisinya, karena BMW hanya menawarkan M2 xDrive dengan transmisi otomatis M Steptronic delapan percepatan.

Itu berarti pembeli tidak bisa mendapatkan kombinasi manual dan AWD sekaligus. Bagi sebagian penggemar, keputusan itu mungkin menjadi kompromi terbesar dari M2 yang kini makin lengket di aspal.

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer