Persib Bandung memasuki dua laga penentu di penghujung musim dengan kondisi yang tidak sepenuhnya ideal. Di tengah persiapan itu, pelatih Bojan Hodak tetap hadir mendampingi tim meski baru saja kehilangan ibunda tercintanya, Jelica Hodak.
Keputusan Bojan untuk tetap berada bersama skuad menunjukkan sikap profesional di saat suasana pribadi sedang berat. Kehadirannya memberi sinyal bahwa fokus tim tetap dijaga, meski ada duka besar yang menyelimuti sang pelatih.
Di sisi lain, klub juga menunjukkan empati penuh atas kabar meninggalnya Jelica Hodak pada Rabu (13/5) dalam usia 86 tahun. Manajemen Persib memastikan perhatian mereka tidak hanya tertuju pada persiapan pertandingan, tetapi juga pada kondisi emosional pelatih kepala yang sedang berduka.
Deputi CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menyampaikan belasungkawa atas wafatnya ibunda Bojan. Ia menegaskan bahwa seluruh keluarga besar Persib ikut merasakan kehilangan yang mendalam atas kabar tersebut.
“Seluruh keluarga besar Persib turut berduka cita sedalam-dalamnya atas wafatnya ibunda tercinta dari pelatih Bojan Hodak,” ujar Adhitia di Bandung, Kamis (14/5). Ucapan itu sekaligus menjadi bentuk dukungan moral agar Bojan tetap mendapat ruang untuk melalui masa sulit ini bersama keluarga.
Adhitia juga menekankan bahwa kehilangan seorang ibu merupakan duka yang sangat besar bagi siapa pun. Karena itu, Persib berharap Bojan dan keluarganya diberi kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi cobaan tersebut.
Meski berada dalam masa berkabung, Bojan tetap mendampingi Persib dalam sesi persiapan latihan dan agenda tim. Situasi ini memperlihatkan tanggung jawabnya sebagai pelatih kepala yang tetap menjalankan peran penting di tengah beban pribadi yang berat.
Kehadiran Bojan juga menjadi faktor penting bagi tim yang sedang menyiapkan diri menghadapi jadwal padat. Persib membutuhkan kestabilan agar tetap fokus saat memasuki fase yang menentukan hasil akhir musim.
Dua pertandingan terakhir yang menanti Maung Bandung membuat setiap detail persiapan terasa penting. Persib dijadwalkan menghadapi PSM Makassar pada 17 Mei, lalu melawan Persijap Jepara pada 23 Mei 2026.
Rangkaian laga itu menjadi bagian krusial dari perjalanan Persib di penghujung musim Super League 2025/2026. Dengan tekanan kompetisi yang tinggi, peran Bojan di sisi lapangan tetap dibutuhkan untuk menjaga konsentrasi tim.
Di tengah tuntutan profesional itu, perhatian dari klub terhadap kondisi pribadi Bojan menjadi bagian penting dari solidaritas internal Persib. Kehilangan yang dialami sang pelatih tidak diperlakukan sebagai urusan pribadi semata, melainkan duka yang dirasakan bersama oleh keluarga besar klub.
Adhitia kembali menegaskan harapan agar Bojan tetap kuat menjalani tugasnya di tengah masa berkabung. Persib pun menempatkan dukungan moral sebagai bagian penting dari upaya menjaga keseimbangan tim menjelang dua laga yang akan sangat menentukan.
Source: mediaindonesia.com






