Fire-Boltt tampaknya semakin serius memasuki pasar smartphone India setelah nama Boltt Evo 4G muncul di Geekbench. Kemunculan ini memberi gambaran awal bahwa ponsel perdana mereka akan masuk ke segmen terjangkau, dengan bekal chipset Unisoc, RAM 4GB, dan Android 16.
Petunjuk paling kuat datang dari daftar Geekbench yang muncul melalui 91Mobiles. Di sana tercantum model Boltt Evo dengan codename motherboard “ums9230_6h10”, yang mengarah pada identitas dapur pacu perangkat tersebut.
Chipset yang mengarah ke Unisoc T7250
Data benchmark menunjukkan chipset dengan frekuensi dasar 1.61GHz dan konfigurasi octa-core berbasis ARMv8. Susunannya terdiri dari enam inti efisiensi pada 1.61GHz serta dua inti performa pada 1.82GHz.
Berdasarkan susunan inti dan kecepatannya, perangkat ini sangat mungkin memakai Unisoc T7250. Chip 12nm yang diumumkan pada 2024 itu memang umum dipakai pada smartphone kelas anggaran.
| Informasi | Detail |
|---|---|
| Model | Boltt Evo |
| Codename motherboard | ums9230_6h10 |
| Chipset | Unisoc T7250 |
| Proses fabrikasi | 12nm |
| Konfigurasi CPU | 8 inti, 6 inti efisiensi dan 2 inti performa |
| Kecepatan inti | 1.61GHz dan 1.82GHz |
Unisoc T7250 sendiri sudah digunakan di sejumlah ponsel terjangkau, termasuk Realme P4x, Oppo A6c, Poco C81 Pro, dan Itel Zeno 200. Kehadiran chip ini memperkuat dugaan bahwa Fire-Boltt membidik perangkat entry-level untuk debut smartphone pertamanya.
RAM 4GB dan Android 16 sudah terdeteksi
Listing Geekbench tersebut juga menunjukkan varian dengan RAM 4GB. Selain itu, perangkat ini diperkirakan menjalankan Android 16 langsung dari kotak penjualan.
Jika informasi itu benar, Fire-Boltt akan memulai langkahnya di pasar smartphone dengan sistem operasi yang tergolong baru untuk kelas perangkat murah. Kombinasi ini memberi sinyal bahwa perusahaan tidak sekadar hadir, tetapi juga ingin tampil cukup segar di segmen dasar.
Dalam pengujian Geekbench 6.7.1 untuk Android AArch64, varian RAM 4GB itu mencatat 440 poin untuk single-core dan 1.470 poin untuk multi-core. Angka tersebut belum menunjukkan performa lengkap dalam penggunaan harian, tetapi cukup menegaskan kelas perangkatnya.
Arah strategi Fire-Boltt di lini smartphone
Langkah ini sejalan dengan konfirmasi Fire-Boltt sebelumnya bahwa mereka akan masuk ke pasar smartphone India di bawah merek baru, Boltt. Perusahaan juga sudah menyebut lini ponselnya akan dibagi ke dalam seri Evo dan Ace.
Dua seri itu akan mencakup model 4G dan 5G, yang menandakan strategi bertahap untuk menjangkau beberapa segmen pasar sekaligus. Nama Boltt Evo 4G sendiri menguatkan dugaan bahwa seri Evo akan menjadi pintu masuk ke kategori yang lebih massal.
Tipster Abhishek Yadav di X sebelumnya juga menyebut perangkat ini kemungkinan meluncur dengan nama Boltt Evo 4G. Sebelum listing Geekbench muncul, ia sempat mengaitkan perangkat tersebut dengan Unisoc Tiger T615 (UMS9230E) atau Unisoc Tiger T7250.
Di luar data benchmark, belum ada spesifikasi resmi yang dibuka Fire-Boltt. Detail soal layar, kamera, kapasitas baterai, penyimpanan internal, dan desain masih belum diumumkan.
Penggunaan merek Boltt untuk lini smartphone juga menjadi penanda penting dari arah baru perusahaan. Identitas ini tampaknya dipakai agar produk ponsel terpisah dari bisnis wearable yang selama ini sudah lebih dulu dikenal di pasar.
Dengan begitu, Boltt Evo 4G kini menjadi perangkat yang paling dekat dengan debut smartphone pertama Fire-Boltt. Meski belum ada jadwal peluncuran resmi, jejak yang muncul di Geekbench sudah membuat arah produk ini semakin jelas.
