Bonnie Tyler Meninggal di Portugal, Suara Serak yang Mengubah Power Ballad Tinggal Sejarah

Author: Redaksi Android62

Dunia musik kehilangan salah satu suara paling khas dalam sejarah pop setelah Bonnie Tyler meninggal dunia pada usia 75 tahun. Penyanyi asal Wales itu wafat secara tak terduga di sebuah rumah sakit di Portugal saat menjalani perawatan medis.

Kabar duka tersebut disampaikan melalui pernyataan resmi di halaman Facebook miliknya. Dari sana, publik mengetahui bahwa sosok di balik Total Eclipse of the Heart dan Holding Out for a Hero itu telah berpulang, meninggalkan katalog lagu yang kuat di ingatan banyak pendengar.

Suara serak yang lahir dari perubahan tak terduga

Nama Bonnie Tyler lahir dengan identitas Gaynor Hopkins dari desa Skewen, dekat Swansea. Perjalanannya dimulai dari panggung kecil, tampil di klub-klub lokal sambil bekerja di toko kelontong sebelum bakatnya ditemukan saat menyanyikan Band of Gold milik Freda Payne.

Karakter vokalnya justru menjadi ciri paling ikonik setelah ia menjalani operasi nodul pada pita suara. Dari prosedur itulah muncul suara serak dan tajam yang kemudian membedakannya dari banyak penyanyi lain di eranya.

Kesuksesan internasional pertamanya hadir lewat It’s a Heartache pada 1977. Lagu itu menembus No. 3 di Amerika Serikat dan No. 4 di Inggris, membuka jalan bagi pengakuan yang lebih besar di panggung musik dunia.

Tahun Lagu Pencapaian
1977 It’s a Heartache No. 3 di AS, No. 4 di Inggris
1983 Total Eclipse of the Heart No. 1 di AS dan Inggris
1984 Holding Out for a Hero Masuk soundtrack Footloose, No. 2 di Inggris
1984 Here She Comes Nominasi Grammy ketiga dalam dua tahun
2003 Si demain… (Turn Around) No. 1 di Prancis selama 10 minggu

Puncak popularitas bersama Jim Steinman

Nama Tyler benar-benar menembus puncak popularitas saat bekerja sama dengan produser Jim Steinman. Total Eclipse of the Heart pada 1983 menjadi hit besar yang memuncaki tangga lagu di Amerika Serikat dan Inggris, sekaligus menempatkannya di jajaran penyanyi power ballad paling dikenal sepanjang masa.

Setelah itu, ia terus mengukuhkan posisinya lewat lagu lain yang tak kalah terkenal. Holding Out for a Hero kemudian lekat dengan film Footloose, sementara Here She Comes memberinya nominasi Grammy ketiga dalam dua tahun.

Penghormatan datang dari berbagai pihak

Kepergian Bonnie Tyler juga mendapat perhatian dari Perdana Menteri Inggris Keir Starmer. Melalui juru bicaranya, Starmer menyebut Tyler meninggalkan katalog musik luar biasa, termasuk Total Eclipse of the Heart dan Holding Out for a Hero.

Pernyataan itu menegaskan betapa kuatnya jejak Tyler di budaya populer. Karyanya disebut terus hadir di banyak ruang, mulai dari lantai dansa hingga bilik karaoke, dan membuatnya dikenang sebagai salah satu artis rekaman terbesar Britania Raya.

Meski popularitasnya di Inggris dan Amerika Serikat sempat meredup pada era 90-an, Tyler tidak berhenti berkarya. Ia tetap merilis album, menggelar tur, dan pada 2013 mewakili Inggris di Eurovision lewat lagu Believe in Me.

Aktivitas musiknya bertahan hingga akhir hayat. Album studio terakhirnya, The Best Is Yet to Come, dirilis pada 2021, dan ia juga sempat bekerja sama dengan DJ David Guetta untuk versi EDM Total Eclipse of the Heart yang dijadwalkan rilis pada 2025.

Di luar panggung, Tyler menjalani pernikahan lebih dari 50 tahun dengan Robert Sullivan, pengembang properti sekaligus mantan atlet judo Olimpiade. Ia tidak memiliki anak kandung setelah mengalami keguguran pada usia 39 tahun, namun tetap dekat dengan keluarga besarnya yang terdiri dari belasan keponakan dan anak baptis.

Bonnie Tyler dikenang sebagai sosok dari kelas pekerja yang berhasil menaklukkan dunia dengan suara yang sulit dilupakan. Kepergiannya menutup perjalanan panjang seorang penyanyi yang meninggalkan warisan kuat di musik pop dan power ballad.

Source: mediaindonesia.com
Berita Terbaru