BOOX Go 10.3 Bikin ReMarkable Terlihat Lebih Tertutup, Ini Alasannya

BOOX Go 10.3 menarik perhatian bukan karena menjadi tablet E Ink biasa, melainkan karena memberi kebebasan yang lebih luas kepada penggunanya. Perangkat ini berjalan di Android, sehingga aplikasi dari Play Store maupun F-Droid bisa dipasang tanpa pembatasan yang terasa arbitrer.

Kombinasi itu membuatnya tampil sebagai alternatif yang lebih terbuka dibanding reMarkable Paper Pure atau Kindle Scribe. Bagi pengguna yang ingin perangkat tulis sekaligus eReader tanpa dikunci ke ekosistem yang sempit, pendekatan BOOX terasa jauh lebih fleksibel.

Android yang tetap fokus pada menulis dan membaca

BOOX Go 10.3 tidak diposisikan sebagai tablet PC E Ink penuh seperti beberapa model BOOX lainnya. Fokus utamanya tetap pada catatan, lalu dilengkapi fungsi membaca buku elektronik dengan pendekatan yang sederhana namun efektif.

Perangkat ini juga tidak dibebani fitur yang tidak perlu untuk tugas utamanya. Tidak ada layar warna, tidak ada kamera belakang, dan kapasitas RAM maupun penyimpanan memang tidak dibuat sebesar model Tab Ultra C.

Desain tipis yang terasa sangat ringan

Salah satu daya tarik terkuat BOOX Go 10.3 datang dari bodinya yang sangat ramping. Ketebalannya hanya 4,8 mm, menjadikannya tablet paling tipis yang pernah dipegang oleh pengulasnya.

Ketipisan itu bukan sekadar angka di lembar spesifikasi. Perangkat ini terasa ringan saat dipakai lama, tidak cepat melelahkan tangan, dan mudah dibawa tanpa memakan banyak ruang di tas.

Dalam satu perjalanan untuk meliput konferensi, perangkat ini bahkan muat di bagian tas yang biasa digunakan untuk laptop. Ukurannya cukup ringkas sampai lebih mudah diselipkan dibandingkan ponsel cadangan yang ikut dibawa.

Spesifikasi yang terbilang besar untuk kelasnya

Di kisaran harga awal sekitar $400, BOOX Go 10.3 membawa 4GB RAM dan 64GB penyimpanan. Jumlah itu disebut dua kali lipat dibanding pesaing langsungnya yang lebih terkenal.

Baterainya berkapasitas 3700mAh dan sangat dekat dengan kapasitas 3820mAh milik kompetitor tersebut. Artinya, bodi yang lebih tipis tidak datang dengan pengorbanan besar pada daya tahan baterai.

Ada satu catatan kecil pada sisi fisik perangkat. Pena stylus lebih tebal dari tabletnya, sehingga cukup mudah tersenggol dan terlepas dari sisi perangkat meski masih ditahan magnet.

Tampilan yang memberi karakter berbeda

Secara visual, BOOX Go 10.3 tidak terasa generik. Bingkai peraknya dipadukan dengan bagian belakang putih bertekstur vegan leather, sehingga tampil lebih hangat saat digenggam.

Logo BOOX juga dibuat lebih halus dibanding generasi pertama Go 10.3 yang menampilkan nama perusahaan di sisi layar. Pada model ini, branding hanya tampak samar pada garis plastik vertikal tipis di bagian belakang.

Area layar dikelilingi bezel abu-abu yang selaras dengan warna panel E Ink. Ada pula strip putih di satu sisi yang memberi ruang ekstra agar perangkat lebih nyaman ditahan.

Lebih lega untuk membaca buku dan komik

Sebagai pembaca buku elektronik, perangkat ini juga punya daya tarik kuat. Layar yang lebih besar memberi ruang bagi teks dan visual untuk bernapas, sehingga komik maupun ebook terasa lebih lega.

Bagi sebagian pengguna, ukuran tujuh inci masih terasa cukup ideal untuk eReader yang ringkas. Namun pada perangkat setipis dan seringan ini, layar yang lebih besar justru terasa tanpa kompromi dan membuat pengalaman membaca lebih nyaman.

Perangkat ini juga dinilai lebih menarik daripada banyak eReader lain yang pernah dipakai sebelumnya. Alasannya sederhana: distraksinya lebih sedikit, pengalaman membaca lebih tenggelam, dan kualitas tampilan mendukung isi halaman dengan lebih baik.

Pada akhirnya, daya tarik BOOX Go 10.3 datang dari perpaduan antara Android yang terbuka, desain yang sangat tipis, serta pengalaman menulis dan membaca yang nyaman. Kombinasi itu membuatnya terasa seperti alternatif reMarkable yang sulit diabaikan.

Berita Terkait