11 Rekrutan Datang, Borneo FC Hadapi Ujian Besar setelah Ditinggal Mariano Peralta

Author: Redaksi Android62

Borneo FC memulai musim 2026/2027 dengan perubahan besar setelah Mariano Peralta meninggalkan klub untuk bergabung dengan Persib Bandung. Di saat yang sama, Pesut Etam memasukkan 11 pemain baru dan menunjuk Mauro Jeronimo asal Portugal sebagai pelatih.

Perombakan tersebut membuat Borneo FC harus membangun kembali kekompakan dalam waktu relatif singkat. Tantangan itu semakin besar karena enam dari 11 rekrutan merupakan pemain asing yang perlu segera beradaptasi dengan tim.

Fondasi Baru di Samarinda

Latihan perdana Borneo FC berlangsung di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, pada Selasa, 21 Juli 2026. Sesi itu menjadi awal kerja Mauro Jeronimo bersama skuad yang berubah cukup signifikan setelah libur lebih dari dua bulan.

Pelatih asal Portugal tersebut menilai respons pemain pada hari pertama latihan berjalan positif. Ia melihat motivasi baru dari para pemain, termasuk wajah-wajah baru yang akan menjadi bagian dari proyek tim.

“Sejauh ini cukup baik, saya cukup senang setelah dua bulan liburan, mereka kembali dengan termotivasi, semangat baru, kita punya banyak pemain baru, staf baru, karena kita harus membangun tim baru dari nol,” ujar Mauro.

Pernyataan itu menggambarkan besarnya pekerjaan awal yang harus dilakukan staf pelatih. Borneo FC tidak hanya menyiapkan kondisi fisik, tetapi juga membentuk pemahaman teknik, taktik, dan mental pemain.

Aspek Persiapan Rincian
Lokasi latihan perdana Stadion Segiri, Samarinda
Pelatih baru Mauro Jeronimo dari Portugal
Jumlah rekrutan 11 pemain
Pemain asing baru 6 pemain
Perubahan utama Mariano Peralta bergabung dengan Persib Bandung

Kehilangan Peralta dan Target Konsistensi

Kepergian Mariano Peralta menjadi perubahan paling menonjol dalam skuad Borneo FC. Peralta diumumkan sebagai pemain baru Persib Bandung pada Minggu, 20 Juli 2026, sehari sebelum Borneo FC memulai latihan.

Kehilangan pemain yang menjadi salah satu bintang tim pada musim lalu membuat Borneo FC memasuki tahap baru. Klub kini perlu menemukan susunan permainan yang tetap kompetitif tanpa Peralta.

Manajer Borneo FC, Dandri Dauri, menekankan bahwa latihan awal juga penting untuk membangun komunikasi dan kebersamaan. Menurutnya, proses tersebut diperlukan karena komposisi pemain serta staf pelatih mengalami banyak perubahan.

Borneo FC juga harus membagi fokus untuk agenda yang diperkirakan mencakup empat kompetisi domestik dan antarklub Asia. Dandri mengingatkan bahwa pencapaian di Asia tidak boleh mengurangi ambisi tim di liga domestik.

“Saya harus meyakinkan betul kepada semua yang ada, jangan sampai kita sukses pada kompetisi antarklub Asia tetapi kita tidak sukses bersaing dalam liga domestik. Nah, ini menjadi persoalan tersendiri,” kata Dandri kepada Beritasatu.com di Samarinda.

Pada musim lalu, Borneo FC hanya kalah secara head to head dari Persib Bandung yang kemudian menjadi juara. Catatan itu menjadi dasar bagi klub untuk tetap menjaga konsistensi di kompetisi domestik.

Waktu Adaptasi Menjadi Penentu

Masuknya enam pemain asing menuntut proses adaptasi yang menyeluruh, baik dalam permainan maupun komunikasi sehari-hari. Mauro Jeronimo perlu menyatukan para pemain lama dan baru ke dalam identitas permainan yang sama.

Latihan di Samarinda menjadi tahap awal untuk menilai kesiapan fisik serta membangun hubungan antarpemain. Borneo FC akan memulai era baru dengan tuntutan segera menemukan stabilitas di tengah jadwal kompetisi yang padat.

Source: www.beritasatu.com
Berita Terbaru