Borneo FC Mengincar Puncak, Selisih Tinggal Dua Poin Usai Tekuk PSM 2-1

Perebutan gelar BRI Super League 2025/2026 semakin rapat setelah Borneo FC Samarinda meraih kemenangan comeback 2-1 atas PSM Makassar. Hasil itu membuat Pesut Etam kini hanya berjarak dua poin dari Persib Bandung yang masih memimpin klasemen.

Tambahan tiga poin di pekan ke-28 membawa Borneo FC ke 63 poin dari 28 pertandingan. Persib tetap berada di puncak dengan 65 poin, sehingga persaingan menuju akhir musim tidak lagi memberi ruang untuk lengah.

Kemenangan yang lahir dari tekanan

Laga di Stadion Gelora B J Habibie, Parepare, berjalan tidak mudah bagi Borneo FC. Tim asuhan Pesut Etam sempat tertinggal lebih dulu setelah PSM Makassar mencetak gol melalui Muhammad Arfan.

Keadaan itu tidak membuat Borneo FC kehilangan kendali. Juan Villa dan Koldo Obieta kemudian mencetak gol balasan yang mengubah jalannya pertandingan dan memastikan tim tamu pulang dengan tiga poin penuh.

Efektif saat keadaan tidak ideal

Kemenangan ini memperlihatkan ketenangan Borneo FC ketika menghadapi tekanan di kandang lawan. Setelah sempat berada dalam posisi tertinggal, mereka tetap menjaga ritme permainan sampai akhir dan mampu memaksimalkan peluang yang ada.

Hasil tersebut menjadi sangat berharga karena datang pada momen persaingan papan atas sedang ketat. Borneo FC tidak hanya mengamankan poin penting, tetapi juga mengirim sinyal bahwa mereka masih sangat serius dalam perburuan gelar.

Persib gagal memperlebar jarak

Di saat Borneo FC menang, Persib Bandung justru tidak mampu menambah jarak. Maung Bandung hanya bermain imbang 2-2 melawan Dewa United di Stadion Internasional Banten, Serang.

Persib sempat berada dalam posisi sulit setelah Dewa United unggul lewat gol Alex Martins dan Ricky Kambuaya. Thom Haye dan Andrew Jung kemudian menyelamatkan satu poin bagi tim tamu, sekaligus menjaga Persib tetap di posisi pertama dengan koleksi 65 poin dari 28 laga.

Papan atas belum memberi ruang aman

Situasi ini membuat persaingan juara tetap terbuka lebar. Selisih dua poin antara Persib dan Borneo FC membuat hasil satu pertandingan berikutnya bisa langsung mengubah peta klasemen.

Persija Jakarta juga masih berada dalam jalur yang perlu diperhitungkan. Mereka menempati posisi ketiga dengan 58 poin, sehingga jarak ke dua tim teratas memang masih ada, tetapi peluang untuk memberi tekanan belum sepenuhnya tertutup.

Klasemen yang ikut bergerak di banyak sektor

Rapatnya persaingan tidak hanya terjadi di zona juara. Bhayangkara FC dan Malut United masing-masing menempati posisi empat dan lima, disusul Persebaya Surabaya dengan 42 poin.

Di bawahnya ada Dewa United dan Persita Tangerang dengan 41 poin, lalu Bali United mengumpulkan 39 poin. Arema FC dan PSIM Yogyakarta sama-sama berada di angka 38 poin, sedangkan Persik Kediri mengoleksi 33 poin.

Bagian bawah klasemen juga menunjukkan persaingan yang tidak kalah ketat. Persijap Jepara dan PSM Makassar sama-sama meraih 28 poin, dengan PSM unggul selisih gol, sementara Madura United mengumpulkan 26 poin, Persis Solo 24 poin, Semen Padang 20 poin, dan PSBS Biak berada di posisi terbawah dengan 18 poin.

Pekan ke-28 jadi titik penentu tekanan

Hasil Borneo FC dan kegagalan Persib menang menjadikan pekan ke-28 sebagai salah satu fase penting dalam perebutan gelar. Kedua tim kini harus menjaga konsistensi karena jarak mereka sangat tipis dan tidak memberi banyak ruang untuk kesalahan.

Bagi Borneo FC, kemenangan come-back ini punya nilai lebih karena diraih setelah sempat tertinggal. Kondisi tersebut bisa menambah kepercayaan diri tim dalam menjalani laga-laga berikutnya, sementara Persib tetap harus waspada karena keunggulan di puncak klasemen kini tinggal dua poin.

Berita Terkait