Ayyoub Bouaddi langsung mencuri perhatian setelah tampil sebagai starter saat Maroko menahan Brasil di MetLife Stadium. Gelandang berusia 18 tahun itu tampil tenang di tengah tekanan besar dan ikut menjadi alasan lini serang tim Samba tidak leluasa berkembang.
Di laga pembuka Grup C Piala Dunia 2026 tersebut, Bouaddi harus berhadapan dengan pemain-pemain berkelas seperti Casemiro, Raphinha, dan Vinicius Junior. Ia tetap mampu menjaga ritme permainan Maroko dengan stabil, sesuatu yang jarang terlihat dari pemain seusianya.
Ketahanan Maroko berawal dari lini tengah
Peran Bouaddi di lini tengah sangat menentukan. Penggawa Rennes itu bekerja sebagai jangkar permainan sekaligus penggerak serangan melalui operan-operan yang akurat.
Dalam situasi yang terus ditekan Brasil, ia tetap menjaga struktur tim agar tidak mudah goyah. Ketenangannya dalam membaca pertandingan membuat Maroko mampu bertahan dari agresivitas lawan dan mempertahankan keseimbangan permainan.
Pantauan terhadap Bouaddi kini ikut meluas ke banyak klub elite Eropa. Sebelum Piala Dunia 2026 dimulai, Liverpool dan Arsenal disebut sudah mulai melakukan pendekatan untuk mengamankan jasanya.
Minat klub besar kian melebar
Selain dua klub Inggris itu, nama Bouaddi juga dikaitkan dengan sejumlah raksasa lain. Paris Saint-Germain, Barcelona, dan Real Madrid dikabarkan turut mengawasi perkembangannya menjelang pembukaan bursa transfer musim panas.
Situasi tersebut membuat Bouaddi diprediksi menjadi salah satu komoditas panas di pasar transfer mendatang. Usianya yang masih muda, ditambah kemampuan tampil tenang di panggung besar, menjadi kombinasi yang sulit diabaikan oleh klub-klub papan atas.
Catatan Bouaddi bersama tim nasional Prancis U-21 juga ikut menambah nilai dalam profilnya. Pengalaman internasional itu memperkuat kesan bahwa ia bukan sekadar talenta muda biasa, melainkan pemain yang sudah terbiasa tampil di level kompetitif.
Prioritas Bouaddi tetap bersama Maroko
Meski rumor transfer terus mengelilinginya, Bouaddi memilih tetap fokus pada tugasnya bersama Maroko. Ia menegaskan bahwa prioritas utamanya saat ini adalah membantu tim di Piala Dunia 2026.
Bouaddi mengaku tersanjung oleh ketertarikan banyak klub, tetapi tidak ingin terdistraksi oleh pembicaraan di luar lapangan. Ia menekankan keinginannya untuk memberikan performa terbaik bersama rekan-rekannya di turnamen ini.
“Saya sangat senang kalau beberapa klub meminati saya, tapi saya fokus ke Piala Dunia dan kami akan coba memberikan performa terbaik,” ujar Bouaddi seperti dikutip The Athletic.
Sikap itu memperlihatkan kedewasaan Bouaddi di tengah sorotan besar yang mulai menyertainya. Bagi Maroko, ketenangan sang gelandang muda bisa menjadi modal penting untuk menjaga peluang mereka di persaingan ketat Grup C.
