Pengelolaan sumur tua dan sumur rakyat di Blora menarik perhatian Pemerintah Kabupaten Boyolali yang datang untuk mempelajari langsung tata kelola minyak dan gas bumi di daerah tersebut. Fokus utama kunjungan itu adalah bagaimana potensi sumber daya alam dapat dioptimalkan melalui peran badan usaha milik daerah.
Rombongan Boyolali dipimpin Bupati Agus Irawan bersama jajaran kepala OPD, pimpinan BUMD PT Aneka Karya, serta Bank Jateng Cabang Boyolali. Pertemuan berlangsung di Ruang Pertemuan Sekretariat Daerah Blora dan menjadi ruang pertukaran pengalaman antardaerah di Jawa Tengah.
Pengelolaan Migas Menjadi Titik Perhatian
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Blora Ahmad Gojali menjelaskan bahwa Boyolali ingin mempelajari tata kelola BUMD dalam mengelola sumber daya alam. Menurut dia, perhatian utama rombongan tertuju pada pengembangan sektor migas, terutama pengelolaan sumur tua dan sumur rakyat.
Di sisi lain, Wakil Bupati Blora Sri Setyorini menyebut kunjungan tersebut sebagai bagian dari penguatan kerja sama antardaerah melalui saling berbagi pengalaman. Ia juga memandang agenda itu sebagai kunjungan balasan yang mempererat hubungan Boyolali dan Blora.
Blora dan Boyolali Saling Melengkapi
Sebelumnya, Pemkab Blora bersama PDAM Tirta Amerta telah melakukan studi tiru ke Boyolali untuk mempelajari pengelolaan air bersih dan pelayanan publik. Karena itu, kunjungan Boyolali kali ini dinilai sebagai langkah yang saling melengkapi sesuai potensi masing-masing daerah.
Dalam pertemuan itu, Direktur BPE Blora Giri Nur Baskoro memaparkan potensi sumber daya alam Blora secara lebih luas. Ia menyoroti pengelolaan sumur tua, sumur rakyat, potensi migas, serta kontribusi BUMD dalam mendorong perekonomian masyarakat.
Kedua pemerintah daerah berharap pertukaran pengalaman tersebut membuka peluang inovasi baru dalam pengelolaan sumber daya alam. Keberlanjutan juga ditempatkan sebagai tujuan penting agar manfaat ekonomi yang muncul dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
