BPOM mendorong riset vaksin mRNA untuk pencegahan demam berdarah dan membuka peluang Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang memiliki vaksin tersebut. Dorongan ini disampaikan karena percepatan inovasi kesehatan dinilai perlu ditopang kerja bersama antara kampus, industri, dan pemerintah.
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan, Taruna Ikrar, menyampaikan hal itu saat berada di Universitas Muhammadiyah Malang, Kamis (9/7/2026). Ia menilai kolaborasi lintas sektor menjadi jalur yang paling realistis untuk mempercepat lahirnya inovasi kesehatan yang bisa langsung masuk ke kebutuhan masyarakat.
Skema kolaborasi yang disiapkan BPOM
Taruna menjelaskan bahwa BPOM memadukan 187 universitas terbaik di Indonesia dengan sekitar 50.000 industri besar untuk menjalankan transfer teknologi. Dari skema itu, salah satu keluaran yang ditargetkan adalah peluncuran riset vaksin mRNA pertama di dunia untuk demam berdarah.
Dalam pandangannya, model kerja tersebut mengikuti konsep ABG, yaitu academia, business, government. Konsep ini dipakai untuk menjembatani riset murni dari kampus, fasilitas industri, dan kepastian regulasi dari pemerintah.
Taruna juga menyinggung arah inovasi kefarmasian yang bergerak ke living therapy, termasuk kemungkinan terapi sel hidup untuk penyakit bawaan hingga kerusakan saraf akibat stroke. Menurut dia, arah itu menunjukkan bahwa pengembangan obat dan terapi kini bergerak ke tingkat yang semakin maju.
UMM disiapkan menjadi simpul inovasi
Rektor Universitas Muhammadiyah Malang, Nazaruddin Malik, menyambut kolaborasi itu sebagai penguat ekosistem solusi komprehensif di lingkungan kampus. Ia menilai kerja sama dengan BPOM dan berbagai pihak lain akan memperluas ruang pengembangan inovasi yang lebih terhubung dengan kebutuhan industri dan masyarakat.
UMM sendiri menyiapkan pengembangan service excellence hub, industrial and business partnership, serta menjadikan kampus sebagai talent incubator pool. Nazaruddin menyebut transformasi kampus akan terus dijalankan melalui program center of eExcellence atau CoE dan pembekalan digital dasar bagi mahasiswa.
| Elemen | Detail | Keterangan |
|---|---|---|
| Riset utama | Vaksin mRNA untuk demam berdarah | Didorong BPOM |
| Kolaborasi | Academia, business, government (ABG) | Untuk mempercepat inovasi kesehatan |
| Kemitraan kampus | 187 universitas terbaik di Indonesia | Digandeng BPOM |
| Kemitraan industri | Sekitar 50.000 industri besar | Untuk transfer teknologi |
| Agenda UMM | Service excellence hub, industrial and business partnership, talent incubator pool | Bagian dari transformasi kampus |
Dengan pola itu, UMM diarahkan bukan hanya sebagai tempat belajar, tetapi juga sebagai ruang pengembangan talenta dan jejaring kerja sama. Jika seluruh unsur tersebut berjalan, riset vaksin mRNA untuk demam berdarah berpotensi menjadi tonggak baru bagi inovasi kesehatan nasional.
Source: www.beritasatu.com






