Brabus Bodo 1.000 Hp Cuma 77 Unit, Lebih Panjang Dari Vanquish Dan Jauh Lebih Liar

Author: Redaksi Android62

Di balik angka 1.000 PS, Brabus Bodo hadir sebagai grand tourer yang dibuat sangat terbatas dan diarahkan langsung ke kalangan kolektor. Hanya 77 unit yang akan diproduksi di seluruh dunia, sementara banderol awalnya mencapai €1.000.000 atau $1,16 juta.

Eksklusivitas itu bukan satu-satunya daya tarik. Mobil ini juga membawa mesin V12 5,2 liter twin-turbo yang menghasilkan 986 hp atau 1.000 PS dan torsi 885 lb-ft atau 1.200 Nm, jauh di atas Aston Martin Vanquish yang menjadi basis samar di balik proyek ini.

Performa yang dibangun untuk angka besar

Tenaga besar tersebut disalurkan lewat transmisi otomatis delapan percepatan. Dengan setelan itu, Bodo mampu melaju dari 0-62 mph atau 0-100 km/jam dalam tiga detik dan menyentuh 0-186 mph atau 0-300 km/jam dalam 23,9 detik.

Jika kondisi jalan memungkinkan, kecepatan puncaknya dapat mencapai 223 mph atau 360 km/jam. Untuk mendukung kemampuan itu, Brabus memakai sasis monokok aluminium, bobot kering 3.911 lbs atau 1.774 kg, suspensi depan double wishbone, dan suspensi belakang multi-link yang dikembangkan bersama KW.

Dimensi yang membuatnya tampak lebih besar

Brabus tidak hanya mengejar tenaga, tetapi juga proporsi yang lebih berotot. Bodo memiliki panjang 199,3 inci atau 5.062 mm, lebar 79,8 inci atau 2.027 mm, dan tinggi 51,4 inci atau 1.305 mm.

Ukuran itu membuatnya lebih panjang dari Vanquish yang tercatat 191,1 inci atau 4.855 mm. Meski demikian, garis atap rendah tetap dipertahankan agar siluetnya masih terlihat elegan sebagai sebuah grand tourer.

Wajah agresif dan detail aerodinamika

Mobil ini pertama kali diperkenalkan di FuoriConcorso di Italia. Brabus menyebut proyek ini sebagai ide yang sudah mereka pertimbangkan selama hampir dua dekade, dan hasilnya terlihat lewat bahasa desain yang sengaja dibuat ekstrem.

Bagian depan memadukan elemen yang terinspirasi dari Vision Mercedes-Maybach 6 dan Ford Mustang RTR. Di sana ada gril besar, dua saluran udara ram, lampu LED matrix, serta splitter berukuran besar yang mempertegas karakternya.

Karoseri serat karbon memberi kesan mahal sekaligus panjang. Kap mesin memanjang, kaca depan tampak lebih miring, dan atap landai dipadukan dengan atap kaca panoramik tetap.

Buritannya juga dibuat mencolok dengan knalpot bertumpuk dan spoiler aktif. Komponen ini bisa naik menjadi air brake saat pengereman berat di atas 87 mph atau 140 km/jam.

Kabin tetap membawa jejak Aston Martin

Di dalam, Bodo tetap mempertahankan konfigurasi 2+2 dan banyak komponen utama dari Vanquish. Brabus kemudian memberi pembaruan lewat dasbor dengan ventilasi udara bundar, setir bertrim serat karbon dengan logo “B”, serta kombinasi kulit premium dan serat karbon.

Aksen Shadow Gray dan plat ambang pintu khusus ikut memperkuat identitasnya. Kursinya dibuat ergonomis untuk kenyamanan, tetapi tetap memberi dukungan lateral yang kuat saat mobil dipacu cepat.

Roda, rem, dan fitur bantu berkendara

Bodo memakai roda 21 inci yang dibalut ban Continental SportContact 7 Force yang dikembangkan khusus. Sistem pengeremannya menggunakan cakram karbon-keramik berukuran 16,1 inci di depan dan 14,1 inci di belakang.

Mobil ini juga dilengkapi sistem pengangkat di bagian depan yang menambah jarak bebas 0,9 inci atau 25 mm agar bagian bawah tidak mudah terseret. Untuk keselamatan, tersedia automatic emergency braking, lane-keeping assist, lane-change assist, blind-spot monitoring, dan traffic sign recognition.

Setiap unit Brabus Bodo juga disertai kunci, weekender bag berbahan kulit yang sama seperti interior mobil, serta blockchain-based digital product passport di ruang bagasi. Dokumen digital itu memuat informasi terverifikasi soal keaslian, kepemilikan, dan spesifikasi kendaraan.

Source: www.carscoops.com
Berita Terbaru