Brasil Tetap Raja Paling Stabil, Hanya Delapan Negara Pernah Menyentuh Trofi Piala Dunia

Brasil masih menjadi wajah paling kuat dalam sejarah Piala Dunia FIFA. Hingga jelang kick-off Piala Dunia 2026 pada 12 Juni 2026, Tim Samba tetap berdiri di puncak daftar negara tersukses dengan lima gelar, unggul atas para pesaing terdekatnya yang masih tertinggal cukup jauh.

Di belakang Brasil, peta juara turnamen ini menunjukkan betapa sempitnya lingkaran negara yang pernah merasakan trofi emas. Dari total 80 negara yang pernah tampil di Piala Dunia, hanya delapan yang pernah menjadi juara, dan angka itu menegaskan betapa sulitnya menembus level tertinggi sepak bola dunia.

Rekor yang belum tersentuh

Keunggulan Brasil tidak hanya soal jumlah trofi. Negara ini juga belum pernah absen dari putaran final Piala Dunia FIFA, sebuah catatan yang membuat mereka berbeda dari negara mana pun di turnamen ini.

Lima gelar Brasil lahir dalam rentang panjang yang memperlihatkan konsistensi lintas generasi. Trofi pertama mereka datang di Swedia pada 1958, saat Pelé yang masih berusia 17 tahun mulai mencuri perhatian dunia.

Setelah itu, Brasil menambah koleksi juara di Chili 1962, Meksiko 1970, Amerika Serikat 1994, dan Jepang-Korea Selatan 2002. Deretan nama besar juga ikut membentuk identitas Tim Samba, mulai dari Garrincha dan Pelé, Romário dan Ronaldo Nazário, hingga Ronaldinho dan Neymar.

Para pengejar terdekat

Jerman dan Italia menjadi dua negara yang paling dekat dengan Brasil dalam perburuan status raksasa Piala Dunia. Keduanya sama-sama memiliki empat gelar, sehingga persaingan di papan atas sejarah turnamen ini tetap terbatas pada nama-nama lama yang sudah sangat mapan.

Jerman meraih gelar pertamanya pada 1954 ketika masih bernama Jerman Barat. Setelah itu, mereka kembali juara pada 1974, 1990, dan 2014, dengan tiga gelar awal diraih sebelum reunifikasi negara.

Italia juga punya jejak kuat di panggung ini. Azzurri menjadi juara pada 1934 dan 1938 secara beruntun, lalu mengulang sukses pada 1982 di Spanyol dan 2006 di Jerman.

Kelompok juara yang makin eksklusif

Di bawah trio besar itu, Argentina berada pada posisi berikutnya dengan tiga gelar. Negara ini pertama kali juara pada 1978 saat menjadi tuan rumah, lalu mengulangi pencapaian pada 1986 di Meksiko bersama Diego Maradona.

Gelar ketiga Argentina datang di Qatar 2022, ketika Lionel Messi akhirnya mengangkat trofi Piala Dunia. Mereka menundukkan Prancis lewat adu penalti di final Stadion Lusail, dan hasil itu menambah panjang daftar kampiun yang pernah menaklukkan turnamen ini.

Prancis sendiri menjadi salah satu kekuatan modern dengan dua gelar, masing-masing pada 1998 dan 2018. Uruguay juga tercatat dua kali menjadi juara, dimulai sebagai kampiun perdana pada 1930 dan berlanjut pada 1950.

Inggris hanya sekali merasakan gelar Piala Dunia, tepatnya pada 1966 di kandang sendiri. Spanyol menyusul sebagai juara tunggal dari Afrika Selatan 2010, sehingga daftar pemenang tetap singkat meski turnamen telah berlangsung hampir satu abad.

Menuju format baru Piala Dunia 2026

Piala Dunia 2026 akan membawa perubahan besar karena untuk pertama kalinya diikuti 48 negara. Jumlah peserta naik dari 32 tim, dan formatnya dibagi ke dalam 12 grup yang masing-masing berisi empat negara.

Turnamen ini akan memainkan 104 pertandingan selama 39 hari di tiga negara tuan rumah, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Fase grup dijadwalkan berlangsung pada 12–28 Juni 2026, sebelum berlanjut ke babak 32 besar, 16 besar, hingga final pada 20 Juli 2026 di MetLife Stadium.

Dua tim terbaik dari tiap grup dan delapan peringkat ketiga terbaik akan melaju ke fase gugur. Skema itu membuat 32 negara tetap bertahan di babak penyisihan dan memberi peluang lebih besar bagi tim-tim baru untuk tampil mencuri perhatian di panggung terbesar sepak bola dunia.

Di tengah format yang lebih besar dan persaingan yang makin terbuka, Brasil tetap menjadi standar tertinggi yang ingin dikejar banyak negara. Tradisi juara yang mereka bangun selama hampir satu abad masih membuat Tim Samba berada di posisi paling aman ketika peta kejayaan Piala Dunia kembali dibaca menjelang edisi 2026.

Source: www.medcom.id

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer