BRI Dekati 89% Target KUR Perumahan, Bunga 6% Jadi Penopang Pembiayaan

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI telah mendekati 89% dari target penyaluran KUR Perumahan hingga Juli 2026. Capaian ini disebut menjadi yang tertinggi di antara program Kredit Usaha Rakyat yang dibahas pemerintah.

Penyaluran tersebut mendapat perhatian karena KUR Perumahan diarahkan untuk memperkuat ekosistem rumah bersubsidi. Skema ini menawarkan bunga 6% per tahun atau sekitar 0,5% per bulan, sehingga cicilan dinilai lebih terjangkau bagi nasabah.

Porsi Target BRI Capai Rp62 Triliun

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyampaikan bank itu memperoleh porsi target Rp62 triliun dalam program pembiayaan perumahan terkait pemerintah. Nilainya terdiri atas Rp10 triliun untuk KPR subsidi atau FLPP dan Rp52 triliun untuk KUR Perumahan.

ProgramTarget BRIRealisasi yang Disampaikan
KUR PerumahanRp52 triliunHampir 89% dari target
FLPP/KPR subsidiRp10 triliunSekitar 32% dari target
FLPP dan KUR PerumahanTarget penyaluran BRIRp13,8 triliun atau sekitar 63%

Hery juga menyebut penyaluran gabungan FLPP dan KUR Perumahan telah mencapai Rp13,8 triliun atau sekitar 63% dari target dalam pemaparannya. Dengan masa penyaluran yang masih berlangsung hingga Desember, BRI optimistis target tersebut dapat dicapai bahkan melampaui 100%.

Target nasional pembiayaan rumah bersubsidi yang terkait dengan kementerian dan program turunannya mencapai sekitar Rp95 triliun. Jumlah itu mencakup target FLPP Rp45 triliun serta KUR Perumahan yang naik dari Rp36 triliun menjadi Rp50 triliun.

Apresiasi Pemerintah atas Penyaluran KUR

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait menilai KUR Perumahan mencatat pencapaian paling tinggi dibandingkan penyaluran KUR lainnya. Ia secara khusus menyoroti kinerja BRI dalam penyaluran program tersebut.

“Capaiannya yang paling tinggi dari semua KUR adalah KUR Perumahan. Dan KUR Perumahan yang paling tinggi itu adalah dari pencapaian kinerja Bank BRI,” kata Maruarar dalam rapat persiapan program di Jakarta, sebagaimana diberitakan Suara.com.

Menurut Hery, respons masyarakat terhadap KUR Perumahan cukup tinggi karena subsidi menjaga tingkat bunga tetap rendah. Pertumbuhan penyaluran pembiayaan itu disebut terus meningkat dan diperkirakan berlanjut hingga akhir tahun.

Serapan Pembiayaan dan Agenda Akad

Dalam kegiatan sosialisasi KUR Perumahan di Bandung, realisasi pembiayaan disebut telah melampaui Rp400 miliar. Pemerintah kemudian memasang target Rp1 triliun untuk satu kali sosialisasi di kota tersebut pada bulan berikutnya.

Rapat di Gedung BRI 1, Jakarta, turut membahas persiapan kegiatan pada 30 Juli 2026 di Batang, Jawa Tengah. Agenda itu diharapkan menggabungkan akad 62 ribu rumah subsidi dengan pelaksanaan program KUR Perumahan.

Akad rumah subsidi direncanakan berlangsung serentak di lebih dari 100 titik dengan Batang sebagai lokasi utama. Presiden Prabowo Subianto diharapkan hadir dalam kegiatan yang menggabungkan dua agenda prioritas tersebut.

Pemerintah juga menyiapkan akad 71 ribu rumah di Jawa Timur pada Desember. Program ini melibatkan perbankan, pengembang, Tapera, PT Sarana Multigriya Finansial, pemerintah daerah, Kemendagri, BPS, ATR/BPN, dan pihak terkait untuk mendukung Program 3 Juta Rumah.

Source: www.suara.com
Berita Terkait