BRIN Siap Luncurkan Satelit di India Januari 2027, Kolaborasi Biak Makin Menguat

Author: Redaksi Android62

BRIN akan meluncurkan satelit buatannya di India pada awal Januari 2027. Langkah ini menandai tahap baru bagi pengembangan antariksa Indonesia karena satelit tersebut akan dipakai untuk pemantauan lingkungan dan kebutuhan pengamatan bumi lainnya.

Arif Satria menyebut peluncuran itu akan dilakukan melalui kolaborasi dengan pihak India. Ia menegaskan bahwa kerja sama tersebut menjadi bagian penting dari upaya membawa hasil riset nasional masuk ke tahap operasi.

Fungsi satelit untuk kebutuhan strategis

Satelit produksi BRIN itu dirancang untuk mendukung monitoring lingkungan, ketahanan pangan, pemantauan hasil produksi pertanian, hingga pengawasan kondisi hutan. Dengan fungsi tersebut, satelit diharapkan dapat memasok data yang dibutuhkan berbagai sektor strategis.

Peluncuran di India juga menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi antariksa Indonesia masih membutuhkan dukungan kemitraan internasional. Dalam konteks itu, BRIN menempatkan kerja sama ini sebagai bagian dari penguatan kapasitas nasional di bidang antariksa.

Aspek Rincian Keterangan
Peluncuran Awal Januari 2027 Dilakukan di India
Satelit Hasil produksi BRIN Untuk pemantauan lingkungan
Manfaat Ketahanan pangan, pertanian, hutan Untuk kebutuhan pengamatan bumi

Kerja sama BRIN dan India semakin konkret

Pembahasan antara BRIN dan India tidak hanya menyentuh peluncuran satelit, tetapi juga monitoring satelit antariksa. Arif menjelaskan bahwa kedua pihak sedang memperkuat kerja sama pada bidang tersebut secara lebih serius.

Kerja sama itu menguat setelah pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi yang menghasilkan 16 kesepakatan. Salah satunya adalah perpanjangan Framework Agreement antara BRIN dan Indian Space Research Organisation atau ISRO.

Kesepakatan tersebut mencakup eksplorasi dan pemanfaatan antariksa untuk tujuan damai. Arif mengatakan Presiden Prabowo juga meminta agar penguatan kerja sama di bidang antariksa terus didorong.

Biak masuk dalam pembahasan strategis

Selain peluncuran satelit, diskusi BRIN dengan pihak India juga mencakup rencana pembangunan bandar antariksa pertama Indonesia di Pulau Biak, Papua. Arif menyebut pembicaraan mengenai proyek itu sudah berlangsung intensif.

Bandar antariksa dipandang sebagai infrastruktur penting untuk mendukung aktivitas peluncuran dan operasional antariksa di masa depan. Karena itu, pembahasan mengenai Biak memiliki nilai strategis yang sejalan dengan agenda peluncuran satelit BRIN.

Arif menegaskan bahwa langkah-langkah tersebut menunjukkan arah baru pengembangan antariksa Indonesia. Dengan dukungan BRIN, India, dan ISRO, fokus kerja sama kini tidak hanya berada pada riset satelit, tetapi juga pada infrastruktur dan pemanfaatan ruang angkasa untuk kepentingan nasional.

Source: www.cnbcindonesia.com
Berita Terbaru