Harga city car di Indonesia bulan ini belum bergeser, dan Honda Brio RS serta Toyota Agya GR Sport masih memimpin di sisi banderol. Di antara empat model yang tersisa di segmen ini, Agya GR Sport menjadi yang paling mahal dengan harga Rp 266 juta.
Selisihnya tipis dari varian tertinggi Honda Brio RS, hanya Rp 3,1 juta. Kondisi itu membuat keduanya tetap menjadi rival terdekat di kelas city car, sementara dua model lain berada di lapisan harga yang lebih rendah.
Empat model yang masih bertahan tanpa perubahan
Selain Brio RS dan Agya GR Sport, ada Daihatsu Sirion dan Suzuki S-Presso yang juga belum mengalami kenaikan harga. Sirion berada di level Rp 245,55 juta untuk varian tertinggi, sedangkan S-Presso tetap menjadi yang paling murah di antara para pesaingnya dengan banderol Rp 184,6 juta.
Untuk Suzuki, bulan lalu sempat ada penyesuaian harga pada S-Presso. Saat itu, banderolnya berubah dari Rp 172,6 juta dan Rp 182,6 juta menjadi Rp 173,1 juta dan Rp 184,6 juta.
Brio masih memegang penjualan teratas
Di tengah pasar yang makin menyempit, Honda Brio RS masih memegang posisi teratas dalam penjualan segmen city car. Sampai sekarang, belum ada rival yang benar-benar mampu menyalip posisinya.
Toyota Agya GR Sport hadir sebagai lawan sepadan, tetapi penjualannya masih berada di bawah Brio. Sementara Sirion dan S-Presso tetap memiliki ruang bermain meski posisinya berada di bagian bawah pasar.
LCGC dan city car punya jalur berbeda
Menariknya, hanya Agya dan Brio yang sama-sama hadir di dua segmen, yaitu LCGC dan city car. Namun, perbedaan harga dan spesifikasi di antara versi LCGC dan city car tetap terlihat jelas.
Model LCGC dibanderol lebih murah daripada versi city car, meski ada kompromi pada kelengkapan fitur atau pilihan mesin. Brio Satya bahkan masih unggul atas Agya di segmen mobil murah, dan posisinya konsisten sejak lama.
Pasar kecil, tapi masih dijaga pabrikan
Honda masih mempertahankan Brio sebagai andalan di city car, sementara Toyota, Daihatsu, dan Suzuki juga tetap menawarkan model masing-masing. Meski begitu, jumlah merek yang bermain di segmen ini memang tidak banyak lagi di Indonesia.
Sirion dan S-Presso punya karakter berbeda karena keduanya berstatus CBU. Sirion didatangkan dari Malaysia, sedangkan S-Presso berasal dari India, sementara Agya dan Brio dirakit di dalam negeri.
City car tetap lebih cocok untuk penggunaan pribadi daripada sebagai mobil keluarga. Ukurannya yang ringkas membuatnya kalah praktis dibanding MPV atau SUV, tetapi justru karakter itulah yang masih dicari sebagian pembeli.
Di tengah pasar roda empat yang belum sepenuhnya pulih, pabrikan tampaknya berhati-hati menjaga harga. Kenaikan yang terlalu agresif berisiko membuat konsumen berpaling, terutama di segmen yang memang tidak terlalu besar ini.
