Bekas pabrik Ford Falcon di Broadmeadows, Victoria, sedang disiapkan untuk berubah menjadi kampus pusat data AI berukuran besar. Perusahaan Singapura, Zerra DC, mendorong lahan bersejarah itu untuk masuk ke fase baru yang sangat berbeda dari masa kejayaannya sebagai pusat produksi mobil Australia.
Rencana tersebut langsung menarik perhatian karena lokasi ini punya tempat penting dalam sejarah otomotif negara itu. Di area inilah Ford Australia dulu membuka pabrik Broadmeadows pada Agustus 1959, lalu memperkenalkan Falcon rakitan lokal pertama setahun kemudian.
Dari lini perakitan ke infrastruktur digital
Selama bertahun-tahun, kawasan ini menjadi rumah bagi produksi Falcon dari satu generasi ke generasi berikutnya, hingga FG X terakhir. Broadmeadows juga melahirkan model lain berbasis Falcon, termasuk Fairlane, LTD, dan Territory.
Pada masa puncaknya, lebih dari 5.000 pekerja memproduksi lebih dari 600 mobil per hari di lokasi itu. Aktivitas tersebut kemudian berakhir pada 7 Oktober 2016, saat sebuah FG X Falcon XR6 sedan Kinetic Blue menjadi kendaraan terakhir yang keluar dari lini produksi.
Setelah penutupan pabrik, Ford Australia memindahkan kantor pusatnya ke Richmond pada 2016. Lalu pada 2019, perusahaan menjual lahan Broadmeadows kepada Pelligra Group.
Kampus data center yang diajukan Zerra DC
Kini, lahan bekas pabrik itu masuk ke tahap baru yang jauh berbeda. Zerra DC telah mengajukan izin perencanaan kepada pemerintah Victoria untuk membangun kampus data center dengan enam bangunan di atas situs tersebut.
Jika rencana ini berjalan, Broadmeadows akan berubah dari simbol manufaktur mobil keluarga Australia menjadi bagian dari infrastruktur komputasi masa depan. Perubahan ini juga menunjukkan bagaimana lahan industri lama mulai dilihat sebagai ruang strategis untuk kebutuhan digital yang terus berkembang.
Mengapa lahan bekas pabrik jadi incaran
Lahan bekas industri sering dianggap cocok untuk kampus hyperscale maupun modular. Alasannya sederhana, karena area seperti itu biasanya sudah memiliki infrastruktur listrik berat, sambungan ke jaringan transmisi tegangan tinggi, gardu listrik, serta lahan luas dengan perimeter aman.
Kondisi tersebut membuat brownfield site lebih cepat dimanfaatkan dibanding membangun dari nol. Bagi pengembang infrastruktur AI yang mengejar kebutuhan komputasi yang terus naik, keunggulan itu sangat penting.
Pola serupa juga terlihat di tempat lain. Bekas kantor pusat Holden Special Vehicles di Clayton, yang pernah menampung produksi Volkswagen Beetle sejak 1954 lalu dipakai Datsun dan Volvo, dibongkar pada 2025 untuk memberi ruang bagi data center.
Di luar Australia, Vantage Data Centers juga mengakuisisi bekas pabrik mesin Ford di Bridgend, South Wales. Fasilitas itu sebelumnya menghasilkan lebih dari 22 juta mesin untuk Ford, Volvo, Jaguar, dan Land Rover sebelum akhirnya ditutup.
Broadmeadows kini berada di persimpangan yang sama. Dari lahan yang dulu identik dengan suara mesin dan perakitan mobil, kawasan itu berpeluang menjadi lokasi baru bagi kampus data center AI raksasa.
