BTN kini menjadikan Jawa Barat sebagai mesin utama pertumbuhan bisnis, dengan langkah yang tidak lagi bertumpu pada pembiayaan perumahan semata. Perseroan memperluas penetrasi ke kawasan industri, sektor horeka, dan layanan transaksi perbankan yang lebih terintegrasi.
Regional Office Head BTN Kantor Wilayah Jawa Barat, Asvianti Handaru, menyebut transformasi ini membuat BTN bergerak lebih jauh dari identitas lamanya sebagai bank spesialis perumahan. Menurut dia, ruang gerak BTN kini mencakup seluruh industri, meski sektor perumahan tetap menjadi fondasi penting karena memiliki sekitar 160 sektor turunan.
Strategi dibedakan sesuai karakter wilayah
Untuk mempercepat ekspansi, BTN membagi pendekatan bisnis di Jawa Barat berdasarkan karakter wilayah. Area Jabar 1 yang mencakup Bekasi Raya hingga Karawang difokuskan pada kawasan industri.
Sementara itu, Jabar 2 yang meliputi Bandung Raya hingga Cirebon diarahkan ke sektor horeka. Di sektor hotel, BTN tidak hanya menyalurkan kredit, tetapi juga menyiapkan layanan transaksi agar kebutuhan nasabah dapat dilayani dalam satu jaringan.
| Wilayah | Fokus | Contoh Sasaran |
|---|---|---|
| Jabar 1 | Kawasan industri | Bekasi Raya hingga Karawang |
| Jabar 2 | Sektor horeka | Bandung Raya hingga Cirebon |
Posisi kredit masih kuat di Jawa Barat
Langkah ekspansi BTN ditopang oleh posisi bisnis yang masih kuat di provinsi ini. Berdasarkan data Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik, BTN saat ini masuk lima besar penyalur kredit di Jawa Barat.
Pada segmen kredit pemilikan rumah program pemerintah, BTN bersama anak usahanya masih memimpin pasar. Asvianti menyebut BTN berada di peringkat pertama di Jabar 1, Jabar 2, maupun secara keseluruhan Jawa Barat.
Kredit program tetap mendominasi
Di sisi pembiayaan, BTN tetap menjaga porsi kredit program pemerintah sebesar 90 persen. Komposisi itu mencakup KPR subsidi, KUR Perumahan, dan pembiayaan bagi developer.
Perseroan mempertahankan arah utama tersebut sambil mengejar pertumbuhan lewat peningkatan volume penyaluran. Dengan strategi itu, BTN tidak mengubah fokus dasar bisnisnya, tetapi memperbesar skala portofolio yang sudah ada.
Transaksi nasabah ikut dibidik lebih agresif
Selain pembiayaan, BTN juga melihat transaksi sebagai mesin pertumbuhan yang penting. Persaingan perbankan yang makin ketat membuat bank dituntut menyediakan layanan dalam satu ekosistem yang mudah dipakai nasabah.
BTN saat ini memiliki sekitar 2 juta nasabah. Bagi perseroan, kebutuhan transaksi harian mereka mencakup belanja, makan, pembayaran tagihan, hingga aktivitas keuangan lain yang bisa diakomodasi melalui layanan terintegrasi.
UMKM, SMI, dan ekonomi kreatif masuk radar
Di luar ekosistem perumahan, BTN juga memperluas pembiayaan ke sektor produktif seperti UMKM dan Small and Medium Industries atau SMI. Langkah ini menjadi bagian dari strategi untuk memperbesar sumber pertumbuhan di luar segmen tradisional perusahaan.
Asvianti juga menyoroti potensi ekonomi kreatif, terutama di Bandung. Saat ini Bank Indonesia sedang menyiapkan petunjuk atau regulasi terkait pembiayaan sektor tersebut, yang diharapkan dapat membuka akses lebih luas bagi pelaku usaha kreatif.
Source: langit7.id






