Bukan Cuma Lama, 5 Motor Ini Sering Bikin Bengkel Waspada Karena Susah Dibongkar dan Mudah Rusak

Di bengkel, tidak semua motor yang terlihat modern langsung disambut dengan antusias. Ada model tertentu yang justru membuat mekanik berpikir dua kali karena akses ke komponen penting terlalu rapat, panelnya banyak, dan risiko kancing bodi pecah saat dibuka cukup tinggi.

Kondisi itu bukan cuma soal tenaga yang terkuras. Pada sejumlah motor, pekerjaan servis yang semestinya sederhana bisa berubah menjadi proses panjang karena baut tersembunyi dan pembongkaran harus dilakukan sangat hati-hati, sehingga satu unit bisa menyita waktu yang biasanya dipakai untuk menangani beberapa motor lain.

Herdi Nofriadi dari kanal YouTube HND Garage menilai kerumitan seperti itu berawal dari desain pabrikan. Ia menegaskan tidak semua motor sulit dikerjakan, tetapi ada model yang sejak awal memang dibuat dengan akses servis yang tidak praktis bagi bengkel.

Dari sudut pandang mekanik, persoalan terbesar ada pada efisiensi dan risiko kerusakan. Pekerjaan yang biasanya selesai sekitar 30 menit disebut bisa molor menjadi lebih dari dua jam, sementara hasil jasanya belum tentu sepadan dengan waktu dan tenaga yang dikeluarkan.

Motor yang paling sering membuat bengkel berhitung ulang

Honda PCX 160 termasuk model yang kerap dikeluhkan. Untuk pekerjaan seperti mengganti komstir, mekanik disebut harus membongkar hampir seluruh bodi motor, dan panelnya juga berisiko pecah saat dibuka.

Herdi menyebut ongkos pekerjaan komstir sekitar Rp100 ribuan, tetapi tantangannya jauh lebih besar dari nilai jasanya. Karena itu, panel PCX 160 disebut kerap membutuhkan alat pengungkit khusus agar tidak rusak saat proses bongkar pasang.

Honda Stylo juga masuk daftar motor yang membuat mekanik lebih waspada. Tata letak baut yang tersembunyi membuat servis CVT membutuhkan engkol khusus berbentuk L, sedangkan akses ke throttle body mengharuskan pembongkaran hingga bagian belakang.

Kerumitan seperti itu membuat satu unit Stylo bisa memakan waktu yang seharusnya cukup untuk mengerjakan beberapa motor lain. Dalam praktik bengkel, situasi ini dianggap tidak efisien karena ritme kerja terganggu dan emosi mekanik ikut naik.

Motor lawas pun belum tentu mudah ditangani

Yamaha Mio Karbu masih dikenal merepotkan meski usianya sudah lama. Bongkar karburator disebut rumit karena banyak selang dan lintasan, lalu jumlah baut di area CVT juga jauh lebih banyak dibanding rival sekelasnya.

Masalah bertambah ketika baut-baut lama mulai slek atau dol. Dalam kondisi seperti itu, servis yang sejak awal sudah rumit akan makin menyita waktu dan tenaga.

Yamaha Vega ZR juga masuk daftar motor yang menyulitkan. Untuk servis karburator, mekanik disebut harus membongkar hingga area belakang dan depan, sesuatu yang dinilai berlebihan untuk pekerjaan dasar.

Meski begitu, ada sisi positif karena mekanik bisa sekalian mengecek kabel bodi dan rangka dari gangguan tikus atau karat. Namun secara umum, tenaga dan waktu yang keluar tetap dianggap tidak sebanding dengan jenis servis yang dikerjakan.

Ada model yang sampai bikin mekanik saling menghindar

Honda Blade generasi kedua disebut sebagai salah satu motor yang paling dihindari. Kerumitan saat membongkar area karburator hingga bagian belakang membuat unit ini kerap memicu drama di bengkel.

Herdi menggambarkan ada mekanik yang memilih pura-pura sibuk memegang alat, bahkan mencari alasan untuk menjauh agar motor itu ditangani orang lain. Situasi seperti ini memperlihatkan betapa desain tertentu bisa memengaruhi kenyamanan kerja di bengkel.

Keluhan soal motor yang sulit dibongkar bukan hanya urusan internal mekanik. Bagi pemilik, proses servis yang lama dapat berarti waktu tunggu lebih panjang dan hasil akhir yang berisiko tidak serapat kondisi awal.

Saat banyak panel dibuka dan baut tersembunyi harus dilepas berulang kali, peluang kancing bodi patah juga lebih besar. Karena itu, sebagian motor bisa pulang dari bengkel dengan getaran atau bunyi tambahan, meski sebelumnya tidak ada keluhan serupa.

Pada akhirnya, motor yang mudah diservis justru lebih menguntungkan semua pihak. Bengkel bisa bekerja lebih cepat dan rapi, sementara pemilik mendapat hasil servis yang lebih aman tanpa harus khawatir bodi mudah rusak saat perawatan dilakukan.

Source: www.suara.com

Berita Terkait