Saidou Technology menyiapkan mobil pertamanya untuk meluncur tahun ini, dan model itu langsung menarik perhatian karena dibekali kemampuan AI canggih. Proyek ini menandai langkah besar ByteDance, induk usaha TikTok, ke arah industri otomotif melalui jalur teknologi, bukan sebagai pabrikan mobil konvensional.
Mobil perdana tersebut disiapkan dalam bentuk crossover. Pilihan ini membuat produk itu diarahkan ke pasar yang lebih luas, karena segmen crossover dikenal praktis untuk penggunaan harian sekaligus cocok untuk kebutuhan keluarga modern.
Fokus pada AI dan pengalaman di kabin
Daya tarik utama kendaraan ini tidak berhenti pada bentuk bodi. Saidou Technology disebut akan membekali mobil tersebut dengan asisten virtual dan elemen interaktif lain di dalam kabin untuk menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih cerdas.
Arah pengembangan itu menunjukkan bahwa mobil ini diposisikan sebagai platform digital bergerak. Dengan pendekatan tersebut, ByteDance lewat Volcano Engine menonjolkan kekuatan cloud, komputasi, dan kecerdasan buatan ke dalam kendaraan.
Kolaborasi dengan Seres Group
Untuk menjalankan proyek ini, Volcano Engine menggandeng Seres Group. Keduanya kemudian membentuk merek baru bernama Saidou Technology, yang lahir dari rebranding Chongqing Landian Technology.
Perubahan nama itu rampung pada 29 Mei 2026, sementara perusahaan tersebut berdiri sejak 17 September 2025. Dalam struktur kepemilikannya, Seres Group memegang saham 35 persen.
Kombinasi ini mempertemukan pengalaman manufaktur otomotif dari Seres dengan kemampuan teknologi digital dari ekosistem ByteDance. Perpaduan tersebut juga mencerminkan bagaimana mobil listrik kini makin bertumpu pada perangkat lunak dan komputasi.
Disiapkan dalam dua opsi penggerak
Saidou Technology tidak hanya menyiapkan satu pendekatan teknis. Mobil pertamanya disebut akan hadir dalam versi listrik murni dan REEV atau Range Extender Electric Vehicle.
Kehadiran dua opsi penggerak itu memberi gambaran bahwa proyek ini dirancang fleksibel. Meski begitu, belum ada rincian lanjutan mengenai kapasitas baterai, jarak tempuh, harga, maupun nama model yang akan dipakai.
Dukungan modal yang besar
Transformasi Chongqing Landian Technology menjadi Saidou Technology juga disertai suntikan dana 6,67 miliar yuan. Pendanaan itu datang dari sejumlah pihak, termasuk investor pemerintah Chongqing, anak perusahaan CATL, Bojun Technology, Xingyu Shares, dan Wending Investment.
Keterlibatan berbagai investor menunjukkan bahwa proyek ini tidak berdiri di atas satu sumber kekuatan saja. Masuknya afiliasi CATL ikut memberi sinyal keseriusan proyek, meski detail teknis terkait sistem baterai belum diungkap.
Di tengah perubahan industri otomotif, langkah TikTok dan ByteDance ini menambah warna baru pada persaingan mobil listrik. Fokusnya kini bukan hanya pada desain kendaraan, tetapi juga pada konektivitas, AI, dan pengalaman pengguna di dalam kabin.
Source: kabaroto.com






