Minat belanja di Lazada menunjukkan arah yang makin jelas: pembeli Indonesia tidak lagi hanya terpaku pada harga murah. Pada kuartal pertama 2026, penjualan produk premium di platform itu tumbuh hampir 50 persen secara tahunan, dengan lonjakan paling kuat muncul di kategori kecantikan.
Perubahan ini menggambarkan cara konsumen berbelanja yang semakin terencana. Mereka kini lebih memperhitungkan kualitas dan manfaat jangka panjang sebelum memutuskan transaksi.
Head of Business Growth & Operations Lazada Indonesia, Amelia Tediarjo, menilai pergeseran tersebut menandakan konsumen tidak sekadar berburu promo. Menurut dia, pembeli juga mencari nilai lebih dari produk yang mereka pilih.
Lazada membaca perubahan perilaku itu sebagai peluang untuk memperkuat ekosistem belanja yang tepercaya. Melalui LazMall, platform ini ingin memudahkan pelanggan menjangkau produk bernilai lebih tinggi dengan jaminan autentik dan kualitas yang jelas.
Skincare premium jadi pendorong utama
Di antara berbagai kategori, kecantikan menjadi sektor yang paling terasa mengalami penguatan. Pembelian skincare premium secara daring ikut naik seiring meningkatnya kepercayaan konsumen terhadap produk di kategori tersebut.
Keadaan ini membuat produk bernilai tinggi mendapat tempat yang lebih besar di tengah kebiasaan belanja online. Konsumen tampak semakin berani berinvestasi pada produk yang dianggap sesuai dengan kebutuhan mereka.
Salah satu merek yang ikut mendorong tren itu adalah Laneige. Kehadiran brand global tersebut memperluas akses konsumen ke skincare berkualitas tinggi dengan jaminan keaslian.
Brand General Manager Laneige Indonesia, Amanda Tiffany Karta, mengatakan kerja sama Laneige dan Lazada selama lima tahun terakhir membantu meningkatkan kenyamanan konsumen saat membeli produk premium secara online. Ia juga melihat pelanggan kini lebih bersedia mengalokasikan dana untuk produk skincare yang tepat bagi mereka.
Ramadan memperlihatkan lonjakan yang lebih tajam
Penguatan minat terhadap produk premium juga terlihat saat kampanye Ramadan pada kuartal pertama 2026. Dalam periode itu, Laneige mencatat penjualan hingga 20 kali lipat dibandingkan hari biasa.
Lonjakan tersebut sejalan dengan bertambahnya konsumen yang memiliki daya beli lebih baik dan preferensi yang lebih kuat terhadap produk premium. Bagi Lazada, momen seperti ini menunjukkan bahwa permintaan tidak hanya bergerak karena harga promo.
Kepercayaan terhadap kualitas produk ikut menjadi penentu penting dalam keputusan belanja. Karena itu, produk premium yang hadir di kanal tepercaya mendapatkan ruang yang semakin besar di mata konsumen.
Pengalaman belanja ikut menentukan pilihan
Lazada menilai pengalaman berbelanja kini menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan pelanggan. Konsumen tidak hanya melihat ragam produk, tetapi juga memperhatikan kemudahan pencarian, program loyalitas, dan layanan purna jual.
Salah satu layanan yang mendapat sorotan adalah kebijakan pengembalian barang. Di sisi lain, Lazada juga mengandalkan teknologi berbasis kecerdasan buatan melalui fitur Lazzie untuk memberi rekomendasi produk sesuai preferensi pengguna.
Program keanggotaan Lazada turut menawarkan voucher eksklusif, layanan prioritas, dan fasilitas pengembalian gratis hingga 60 hari. Kombinasi layanan itu ditujukan untuk membuat proses belanja terasa lebih nyaman bagi pelanggan.
Amanda menambahkan bahwa tren pembelian produk bernilai tinggi juga membuka peluang bagi brand untuk membangun hubungan jangka panjang dengan konsumen. Kehadiran brand ternama di LazMall menghadirkan pengalaman yang lebih terintegrasi, mulai dari jaminan keaslian produk, aktivasi promosi, hingga edukasi agar pelanggan memahami manfaat produk premium yang mereka pilih.
Di pasar yang semakin selektif, rasa percaya dan kenyamanan tampak menjadi faktor yang paling menentukan saat konsumen Indonesia berbelanja online. Perubahan ini sekaligus memperlihatkan bahwa produk premium kini tidak lagi bergerak di pinggir pasar, melainkan mulai mengambil tempat yang semakin kuat.
Source: id.mashable.com






