Sewa Baterai dan Buy Back 70 Persen, Cara Polytron Menarik Pengguna EV

Polytron membawa strategi baru untuk menekan keraguan calon pengguna kendaraan listrik lewat Polytron G3+ Series. Dua skema yang ditonjolkan adalah sewa baterai dan Buy Back Guarantee, yang sama-sama ditujukan untuk membuat kepemilikan mobil listrik terasa lebih aman dan lebih mudah dijangkau.

Dalam skema sewa baterai, konsumen dapat memperoleh harga kendaraan yang lebih terjangkau. Polytron juga menyertakan garansi baterai seumur hidup, sehingga aspek purna pakai ikut menjadi bagian dari daya tarik utama produk ini.

Sementara itu, Buy Back Guarantee memberi kepastian tambahan bagi pembeli. Kendaraan dijamin dapat dibeli kembali hingga 70 persen dari harga awal setelah pemakaian tiga tahun, sebuah penawaran yang langsung menyasar kekhawatiran soal nilai jual kembali.

Langkah di arena olahraga bergengsi

Strategi tersebut diperkenalkan saat Polytron tampil di Indonesia Open 2026, turnamen bulutangkis bergengsi yang berlangsung di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Di ajang itu, Polytron juga resmi menjadi Official Electric Vehicle Partner.

Indonesia Open 2026 diikuti 248 atlet dari 22 negara dan memperebutkan total hadiah 1,45 juta dolar AS atau sekitar Rp23,6 miliar. Ajang ini berlangsung hingga 7 Juni 2026, sehingga memberi panggung besar bagi Polytron untuk memperlihatkan kendaraan listrik kepada publik yang lebih luas.

Perusahaan memanfaatkan momentum tersebut untuk menempatkan kendaraan listrik di ruang yang akrab bagi masyarakat. Alih-alih hanya menonjolkan spesifikasi, Polytron memilih menghadirkan pengalaman yang lebih dekat dengan pengunjung acara.

Booth interaktif dan konsep sportstainment

Selama turnamen, Polytron menghadirkan konsep “Beyond Badminton” yang menggabungkan olahraga, teknologi, dan hiburan. Pengunjung dapat mengikuti aktivitas di booth, termasuk Speed Typing Challenge, Smash & Reflex Challenge, serta berbagai permainan berhadiah.

Suasana di area acara juga diperkuat oleh penampilan Maliq & D’Essentials dan Marion Jola. Kehadiran hiburan ini membuat pengenalan kendaraan listrik terasa lebih ringan dan tidak lepas dari pengalaman rekreatif yang ditawarkan turnamen.

Format sportstainment tersebut memperlihatkan perubahan cara merek memperkenalkan teknologi. Kendaraan listrik tidak lagi diposisikan semata sebagai produk teknis, tetapi juga sebagai bagian dari gaya hidup dan pengalaman publik.

Bagian dari strategi jangka panjang

General Manager Corporate Communications Polytron, Diantika, menyebut partisipasi perusahaan di Indonesia Open 2026 sebagai upaya menghadirkan teknologi lebih dekat kepada masyarakat. Ia menilai konsep sportstainment menjadi cara efektif untuk menghubungkan teknologi dengan pengalaman nyata yang bisa dirasakan langsung oleh pengunjung.

Diantika juga menegaskan langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Polytron dalam membangun ekosistem kendaraan listrik nasional. Dengan demikian, kehadiran di turnamen ini tidak berdiri sebagai promosi sesaat, melainkan bagian dari strategi yang lebih luas.

Momentum itu juga hadir menjelang usia Polytron yang akan memasuki 51 tahun pada September mendatang. Di fase ini, perusahaan terus memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain penting di industri kendaraan listrik Indonesia.

Melalui Polytron G3+ Series, pesan yang dibawa ke Indonesia Open 2026 cukup jelas: kendaraan listrik bisa hadir dengan skema kepemilikan yang lebih meyakinkan. Di tengah sorotan turnamen kelas dunia, Polytron mencoba menunjukkan bahwa transisi ke mobil listrik dapat dimulai dari rasa aman, biaya awal yang lebih ringan, dan kepastian nilai kembali.

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer