Ivar Jenner menilai cuaca panas di Indonesia menjadi rintangan yang paling terasa bagi pemain keturunan yang datang dari Eropa. Menurut gelandang Dewa United itu, suhu tropis tidak hanya menguras fisik, tetapi juga memengaruhi ketenangan bermain, cara menjaga fokus, sampai pengaturan stamina selama pertandingan.
Pandangan Jenner muncul dari pengalamannya sendiri setelah terbiasa dengan iklim yang lebih sejuk di Belanda. Ia melihat Super League tetap menarik dan kompetitif, tetapi perbedaan cuaca membuat proses adaptasi menjadi bagian besar dari tantangan yang harus dihadapi pemain baru.
Cuaca panas mengubah cara pemain bertahan di lapangan
Bagi Jenner, panas dan lembap di Indonesia membuat pertandingan berjalan dengan tuntutan energi yang berbeda. Setiap gerakan, mulai dari berlari, mengalirkan bola, hingga menjaga intensitas, perlu dihitung dengan lebih hati-hati agar tenaga tidak habis terlalu cepat.
Kondisi itu membuat pemain tidak cukup hanya siap secara taktik. Mereka juga harus mengenali batas tubuh sendiri supaya performa tidak turun saat pertandingan masuk babak kedua.
Jenner menggambarkan situasi tersebut seperti menghadapi dua lawan sekaligus. Lawan pertama tentu datang dari tim lawan, sedangkan lawan kedua hadir dari kondisi cuaca yang panas.
Adaptasi menjadi tantangan tambahan bagi pemain keturunan
Bagi pemain keturunan yang baru datang ke Super League, penyesuaian tidak berhenti pada sistem permainan atau instruksi pelatih. Iklim tropis menjadi faktor lain yang harus dipelajari sejak awal agar performa tidak terganggu.
Jenner mengaku perlu menyesuaikan kebiasaan latihan dan pola hidup supaya tubuhnya lebih siap menghadapi suhu tinggi. Dari proses itu, ia juga belajar mengatur tempo permainan dengan lebih baik, termasuk menentukan kapan harus menekan dan kapan perlu menyimpan tenaga.
Penyesuaian seperti ini penting agar kualitas permainan tetap stabil meski udara dan kondisi lapangan menuntut daya tahan ekstra. Dalam pandangan Jenner, adaptasi terhadap cuaca menjadi bagian yang sama pentingnya dengan adaptasi terhadap gaya main liga.
Dewa United ikut mengubah pola latihan
Untuk membantu pemain menyesuaikan diri, Dewa United memilih menggeser jadwal latihan ke sore hari. Langkah ini diambil agar sesi latihan tidak terlalu terkena terik yang lebih panas pada pagi hari dan supaya kondisi fisik pemain tetap terjaga.
Penyesuaian jadwal juga berkaitan dengan risiko dehidrasi. Dalam situasi seperti ini, kebutuhan cairan dan pemulihan menjadi faktor penting yang berpengaruh langsung pada stabil atau tidaknya performa tim.
Keputusan klub menunjukkan bahwa adaptasi di Super League bukan hanya urusan individu. Tim juga perlu mengatur rutinitas latihan agar pemain asing maupun pemain keturunan bisa menjalani kompetisi dengan lebih nyaman.
Peran Jenner di lini tengah tetap penting
Ivar Jenner bergabung dengan Dewa United pada paruh musim Super League Indonesia 2025/2026 dan langsung diberi kepercayaan sebagai pengatur permainan. Kehadirannya memberi keseimbangan di lini tengah, terutama saat tim ingin memadukan kualitas pemain internasional dengan kerasnya persaingan liga domestik.
Meski masih beradaptasi dengan cuaca panas, Jenner tetap memberi kontribusi melalui permainan yang rapi dan assist yang ia lepaskan. Hal itu menunjukkan proses penyesuaian yang dijalani berjalan, meski tantangan iklim tetap hadir di setiap laga.
Pengalaman Jenner memperlihatkan bahwa pemain keturunan yang ingin tampil stabil di Indonesia perlu lebih dari sekadar teknik dan visi bermain. Ketahanan menghadapi cuaca panas ikut menentukan seberapa besar dampak yang bisa mereka berikan di Super League.
Source: www.suara.com






