Beberapa buah punya kemampuan menahan lapar lebih lama karena kombinasi serat, kadar air, dan kalori yang rendah. Di antara yang paling menonjol, raspberry, blackberry, jambu biji, semangka, pisang, dan tomat sering disebut sebagai pilihan yang lebih mengenyangkan dibanding buah lain.
Efek kenyang dari buah-buahan ini tidak muncul begitu saja. Buah dengan serat tinggi cenderung membuat pencernaan berjalan lebih lambat, sementara kandungan air yang besar membantu perut terasa lebih penuh tanpa asupan kalori berlebihan.
Beri kecil dengan dampak besar
Raspberry dan blackberry termasuk buah yang konsisten masuk daftar paling mengenyangkan. Ukurannya kecil, tetapi serat di dalamnya cukup tinggi untuk membantu menekan nafsu makan lebih lama.
EatingWell menyebut buah tinggi serat seperti beri efektif menahan rasa lapar karena memperlambat laju pencernaan tubuh. Manfaat itu lebih terasa saat buah dimakan utuh, bukan dijadikan jus, supaya seratnya tetap utuh.
Jambu biji dan semangka sama-sama ringan, tapi cepat memberi rasa penuh
Jambu biji juga menempati posisi penting dalam daftar buah yang mengenyangkan. Buah tropis ini kaya serat, hampir tidak mengandung kolesterol, dan kadar gulanya lebih rendah dibanding banyak buah lain.
Serat pada jambu biji membantu menekan nafsu makan, sementara fitonutrien di dalamnya diyakini punya efek protektif bagi tubuh. Kombinasi ini membuat jambu biji cocok dipilih saat ingin mengurangi kebiasaan ngemil di sela waktu makan.
Semangka punya keunggulan lain yang tak kalah menarik. Sekitar 90 persen beratnya terdiri dari air, sehingga buah ini sangat rendah kalori namun tetap terasa segar dan mengisi.
Kandungan air yang tinggi pada semangka juga membantu menjaga hidrasi tubuh. Efek ini ikut membuat keinginan mencari camilan tambahan bisa tertahan sampai waktu makan berikutnya.
Pisang masih sering diremehkan, padahal cukup kuat menahan lapar
Pisang kerap dipandang terlalu manis untuk menu diet, tetapi faktanya satu pisang berukuran rata-rata hanya sekitar 105 kalori. Buah ini juga mengandung sekitar 3 gram serat yang membantu rasa kenyang bertahan lebih lama.
Pisang yang masih sedikit kehijauan punya keunggulan tambahan karena mengandung resistant starch. Pada kondisi itu, pencernaan berlangsung lebih lambat sehingga tubuh merasa kenyang lebih lama, dan zat tersebut tidak diubah menjadi lemak.
Karena praktis dan mudah dibawa, pisang sering jadi pilihan saat tubuh butuh energi cepat tanpa membuat perut cepat kosong lagi. Ini membuatnya relevan sebagai camilan di antara jam makan.
Tomat masuk buah ber-volume tinggi yang bikin perut cepat terasa penuh
Tomat sering dianggap sayuran di dapur, padahal secara botani termasuk buah. Dalam daftar buah yang mengenyangkan, tomat punya tempat tersendiri karena masuk kategori high-volume food.
Keck Medicine of USC menyebut tomat memiliki kadar air, udara, dan serat yang tinggi. Kombinasi ini membuat perut lebih cepat terasa penuh meski kalorinya sangat rendah, dengan satu tomat ukuran sedang hanya sekitar 22 kalori.
Tomat juga dikenal dapat membantu mengatasi resistensi terhadap leptin, hormon yang memberi sinyal kenyang ke otak. Karena itu, tomat bisa menjadi pilihan yang membantu mengatur porsi camilan harian tanpa membuat asupan terasa berlebihan.
Buah yang paling efektif untuk menahan lapar umumnya adalah buah yang kaya serat, banyak air, dan rendah kalori. Semangka, jambu biji, beri kecil, pisang, dan tomat menunjukkan bahwa rasa kenyang tidak selalu datang dari porsi besar, tetapi dari komposisi yang tepat.
Source: www.beautynesia.id






