Bukit Kecil Disulap Jadi Baterai Raksasa, Teknologi Ini Bisa Simpan Energi Terbarukan

Sebuah proyek percontohan di dekat Plymouth mencoba menjawab salah satu masalah terbesar energi bersih, yakni bagaimana menyimpan listrik saat angin tidak bertiup dan matahari tidak bersinar. Sistem ini disebut demonstrator pumped hydro berdensitas tinggi dan dirancang untuk mengubah bukit kecil menjadi tempat penyimpanan energi berskala besar.

Fluida padat jadi kunci utama

Berbeda dari pumped storage hydropower tradisional, teknologi ini tidak bergantung sepenuhnya pada perbedaan ketinggian besar. Pengembangnya menggunakan cairan berbasis mineral yang dicampur air dan memiliki kerapatan dua setengah kali lebih tinggi daripada air biasa.

Peter Hawkins menyebut cairan itu sebagai “secret sauce” yang memungkinkan sistem dibangun di wilayah dengan kontur yang lebih rendah. Dengan pendekatan tersebut, instalasi tidak lagi harus mengandalkan gunung, melainkan cukup bukit setinggi serendah 100 meter.

Didesain untuk kebutuhan energi modern

Lizzi Gold, business development manager di RheEnergise, mengatakan teknologi pumped hydro berusia 100 tahun itu diadaptasi agar cocok untuk kebutuhan masa kini. Menurut dia, tujuan sistem ini adalah menyediakan listrik bersih ketika pasokan tenaga surya dan angin sedang turun.

Di Cornwood, demonstrator scheme tersebut memiliki output daya puncak 500 kW. Jika dijalankan terus-menerus, kapasitas itu disebut cukup untuk memasok 400 rumah selama satu tahun.

Relevan di tengah tekanan biaya listrik

Minat terhadap penyimpanan energi kembali menguat ketika rising wholesale costs memicu kenaikan tagihan rumah tangga. Biaya listrik yang naik itu diperkirakan mencapai 13% bulan depan, sehingga kebutuhan sistem yang lebih stabil menjadi semakin mendesak.

Profesor Peter Connor, associate professor of sustainable energy policy di University of Exeter, menilai baterai atau pumped storage membantu menyeimbangkan sistem selama transisi menuju energi terbarukan. Ia menekankan bahwa batu bara dan gas bisa dinyalakan dan dimatikan dengan mudah, sedangkan angin dan surya tidak.

Dukungan dana dan ambisi skala besar

RheEnergise memperoleh kontrak £8.25 juta dari small business research initiative milik pemerintah melalui Net Zero Innovation Portfolio untuk membantu pengembangan proyek. Dukungan ini menunjukkan bahwa penyimpanan energi mulai diperlakukan sebagai bagian dari infrastruktur penting, bukan sekadar eksperimen laboratorium.

Stephen Crosher, CEO RheEnergise, menyebut proyek itu sebagai yang pertama dari jenisnya dan mengatakan sistemnya kini telah beroperasi dengan sukses. Ia juga menyoroti volatilitas harga bahan bakar fosil yang memberi tekanan besar pada konsumen sekaligus memperkuat dorongan menuju dekarbonisasi.

Meski masih berada pada tahap demonstrasi, pendekatan ini menawarkan gambaran baru tentang bagaimana energi terbarukan bisa ditopang saat produksi listrik berubah-ubah. Jika berhasil dikembangkan lebih jauh, bukit kecil bisa menjadi salah satu jawaban paling praktis untuk kebutuhan penyimpanan energi skala besar.

Berita Terkait